THE RELATIONSHIP BETWEEN CYBERBULLYING AND ANXIETY AMONG NINTH GRADE STUDENTS OF SMP "X" KEDIRI REGENCY
PDF

Cara Mengutip

ratna, paramita. (2026). THE RELATIONSHIP BETWEEN CYBERBULLYING AND ANXIETY AMONG NINTH GRADE STUDENTS OF SMP "X" KEDIRI REGENCY. Journal of Health Innovation and Practice, 2(1), 29–45. Diambil dari https://ojs.iik.ac.id/index.php/JHIP/article/view/1142

Abstrak

Cyberbullying adalah tindakan perundungan yang dilakukan dengan menggunakan media digital, yang semakin sering terjadi pada remaja dan bisa menyebabkan dampak buruk pada mental, seperti merasa cemas. Remaja yang masih duduk di SMP, terutama kelas IX, sedang dalam masa perkembangan emosi yang belum stabil, sehingga lebih mudah mengalami gangguan mental karena tindakan cyberbullying. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cyberbullying berhubungan dengan tingkat kecemasan yang dialami oleh siswa kelas IX di sebuah SMP yang terletak di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan lintas sektoral. Penelitian ini menggunakan 76 responden sebagai sampel, yang dipilih dengan metode pengambilan sampel acak sederhana. Alat yang digunakan adalah Instrumen Cyberbullying and Online Aggression Survey (COASI) untuk mengukur tindakan cyberbullying dan Screen for Child Anxiety Related Emotional Disorders (SCARED) untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode uji korelasi Spearman’s Rho. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang terlibat mengalami cyberbullying dengan tingkat tinggi yaitu 57,89% dan mengalami kecemasan dengan tingkat berat sebanyak 44,74%. Uji statistik menunjukkan ada hubungan yang nyata antara pengalaman cyberbullying dengan tingkat kecemasan siswa kelas IX di SMP X Kabupaten Kediri. Dari hasil uji tersebut, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,246 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,032 (p<0,05). Hubungan memiliki arah yang positif dan memiliki kekuatan hubungan yang lemah. Dari kesimpulan tersebut, dapat diketahui bahwa cyberbullying memiliki kaitan yang cukup besar dengan tingkat kecemasan yang dirasakan oleh remaja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan melalui pendidikan, pengawasan penggunaan media sosial, serta peningkatan peran sekolah dan tenaga kesehatan dalam menjaga kesehatan mental siswa.Kata Kunci: Cyberbullying, Kecemasan, Remaja, Siswa SMP
PDF