Abstrak
Pendahuluan: Kehamilan merupakan fase penting dalam kehidupan wanita yang ditandai perubahan fisik dan psikologis. Meskipun membahagiakan, periode ini sering menimbulkan kecemasan, terutama pada primigravida trimester III yang menghadapi persiapan persalinan. Perubahan hormon, kelelahan, gejala fisik, dan kekhawatiran terhadap keselamatan bayi dapat memperburuk kecemasan yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah prenatal yoga karena mampu memberikan relaksasi, meningkatkan kontrol pernapasan, dan mengurangi ketegangan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara keteraturan yoga prenatal dan tingkat kecemasan pada wanita hamil. Metode: Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross-Sectional. Populasi terdiri dari semua wanita hamil yang berpartisipasi dalam kegiatan prenatal yoga di PMB Bdn. Denik Styaningrum, S.Keb. CHt., CPHCT., Pare, Kabupaten Kediri. Populasi terdiri dari 66 ibu hamil peserta prenatal yoga, dengan sampel 40 responden melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan bahwa responden yang rutin prenatal yoga sebagian besar mengalami kecemasan ringan (47,5%) atau tidak cemas (15,0%). Sementara responden tidak rutin lebih banyak mengalami kecemasan sedang (30,0%) dan berat (7,5%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh p = 0,001 (p < 0,05), menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan dan Saran: Prenatal yoga secara teratur berhubungan dengan penurunan kecemasan ibu hamil, meskipun faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi, dan ketersediaan waktu juga berperan. Diharapkan ibu hamil mengikuti prenatal yoga secara teratur sebagai upaya menurunkan kecemasan, serta tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi dan pendampingan dalam pelaksanaannya