<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ojs.iik.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-17T10:55:41Z</responseDate>
	<request from="2018-05-19" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/103</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:41:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI DI RSUD PARE MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL</dc:title>
	<dc:creator>noviana, puput</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kepuasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">servqual</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup layak dan produktif, sehingga diperlukan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terkendali dalam biaya dan mutu pelayanan yang diberikan. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien peserta BPJS dan pasien umum non BPJS terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi rawat jalan RSUD Pare. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner berdasarkan metode Servqual meliputi dimensi fasilitas fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Responden kelompok BPJS sebanyak 389 pasien dan umum sebanyak 375 pasien. Kuesioner dapat digunakan sebagai alat ukur penelitian dengan hasil uji validitas dengan teknik korelasi product moment dan uji reliabilitas dengan teknik Alpha Cronbach yang menyatakan bahwa kuesioner sudah valid dan reliabel.Kualitas pelayanan kefarmasian yang ditinjau dari fasilitas fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan perhatian terhadap pasien peserta BPJS diperoleh nilai kualitas sebesar -0,4513 dengan interpretasi negatif dan pasien umum diperoleh nilai kualitas sebesar -0,2230 dengan interpretasi negatif yang berarti bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Pare belum sesuai dengan harapan pasien.Tingkat kepuasan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian pasien peserta BPJS diperoleh nilai kepuasan sebesar 0,9004 dengan interpretasi tinggi dan pasien umum diperoleh nilai kepuasan sebesar 0,9499 dengan interpretasi tinggi yang berarti bahwa tingkat kepuasan pasien sangat puas terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Pare</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 111-120</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 111-120</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/103/107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.192.168.88.202:article/105</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:39:56Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/114</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:41:13Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTER FENOTIP TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) HASIL MUTASI GENETIK DENGAN EKSTRAK ETANOLIK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) D. Don)</dc:title>
	<dc:creator>Kusnuriyanti, Eni</dc:creator>
	<dc:creator>Fatikasari, Safitri</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriasari, Intan</dc:creator>
	<dc:creator>Shofi, Muh.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">poliploidisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak etanolik daun tapak dara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fenotip</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Kedelai (Glycine max (L.) Merr) merupakan salah satu komoditas pangan penting selain padi dan jagung. Namun Indonesia masih belum mampu mencukupi kebutuhan kedelai nasional sehingga terus bergantung pada impor kedelai. Permasalahan ini dapat diatasi dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas varietas kedelai unggul yang sudah ada melalui teknik poliploidisasi dengan mutagen alami yaitu ekstrak etanolik daun tapak dara. Tujuan: Untuk mengetahui ekstrak etanolik daun tapak dara terhadap fenotip tanaman kedelai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok dengan konsentrasi ekstrak etanolik tapak dara 0%, 0,01%, 0,05%, dan 0,1% dengan lama perendaman 6 jam. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. parameter yang diamati yaitu jumlah kromosom, persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, jumlah bunga, dan jumlah biji dalam setiap polong. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dan uji DMRT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil: Ekstrak etanolik daun tapak dara berpengaruh pada jumlah kromosom dan fenotip tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Konsentrasi yang paling untuk menginduksi ploidisasi yaitu 0,1 % Simpulan dan saran: Konsentrsi etanolik daun tapak dara berpengaruh pada jumlah kromosom dan fenotip tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi senyawa vinkristin dan vinblastin dalam ekstrak etanolik daun tapak dara serta pemurnian ekstrak etanolik daun tapak dara untuk mendapatkan senyawa vinkristin dan vinblastin murni.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 121-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 121-127</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/114/108</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/133</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:49:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Sabun Mandi Cair dengan Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) sebagai Antioksidan</dc:title>
	<dc:creator>Agustina, Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Yulianti, Mia</dc:creator>
	<dc:creator>Shoviantari, Fenita</dc:creator>
	<dc:creator>Sabban, Indra Fauzi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) mengandung banyak zat yang bermanfaat, salah satunya likopen yang berfungsi sebagai antioksidan. Kulit merupakan organ terluar tubuh yang seringkali terpapar pada radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuat sediaan sabun cair yang mengandung ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) Metode: Ekstraksi buah tomat dengan cara maserasi, pemekatan dengan rotary evaporator dan pengeringan dengan FBD (Fluid Bed Dryer). Optimasi formula dilakukan dengan memvariasikan jumlah carbopol. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan uji DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil: Formulasi terbaik sabun menggunakan carbopol dengan konsentrasi 6%. Uji evaluasi yang dilakukan yaitu organoleptis dengan warna bau dan homogenitas yang baik., pH selama masa penyimpanan, stabilitas busa, serta viskositas menggunakan nilai SNI sebagai rujukan. Simpulan: Berdasarkan uji evaluasi yang telah dilakukan terhadap sabun cair maka dapat disimpulkan bahwa formula dengan konsentrasi carbopol 6% adalah yang terbaik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/133</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 104-110</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 104-110</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/133/105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/144</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Skrining Aktivitas Klorofilase pada Daun Katuk (Saorpus androgynus)</dc:title>
	<dc:creator>sitepu, Rehmadanta</dc:creator>
	<dc:creator>Heryanto, Heryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Klorofilase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kumis Kucing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Katuk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">dan daun Pecut Kuda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang: Klorofilase (Chlase) merupakan salah satu enzim yang terlibat dalam degradasi klorofil. Enzim ini berfungsi dalam mendegradasi klorofil menjadi fitol dan klorofilid. Beberapa literatur menunjukkan aktivitas klorofilase yang tinggi ada pada tanaman-tanaman herba. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mencari kandidat enzim klorofilase dari beberapa tanaman herba di Indonesia, khususnya herbal. Kandidat klorofilase tesebut nantinya dapat digunakan pada Photodynamic Therapy (PDT). PDT sangat efektif dalam membunuh sel kanker dengan mengubah oksigen dilingkungan sel kanker mejadi oksigen radikal sehingga efektif membunuh sel kanker. Metode:Â  Skrining aktivitas klorofilase diamati pada daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), daun Katuk (Saoropus androgynus), dan daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode skrining awal aktivitas klorofilase dan pengujian menggunakan ekstrak klorofil daun Bayan sebagai substrat, maka dapat disimpulkan daun Katuk memiliki aktivitas klorofilase yang baik. Simpulan dan saran: isolat aseton daun Katu memiliki aktivitas klorofilase dan sebaiknya dapat dilakukan karakterisasi profil protein klorofilase tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/144</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.144</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 52-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 52-60</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/144/123</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/155</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:41:35Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI BERBASIS EVALUASI AKREDITASI DENGAN  METODE MATRIK</dc:title>
	<dc:creator>tripujiati, indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Perubahan pola berfikir masyarakat juga ikut andil guna dilakukannya perbaikan dan pengembangan mutu pelayanan sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pasien. Di sini akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu dan manajemenÂ  suatu rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian tujuh standar pelayanan farmasi terhadap standar akreditasi dan strategi pengembangan instalasi farmasi dengan metode Matrik. Metode: Penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif, pengumpulan data menggunakkan instrumen kuisoner dan wawancara kepada staf instalasi farmasi. Penelitian dilaksanakanpada bulan September sampai November Â Dilakukan penilaian terhadap tujuh standar kemudin dibandingkan antara hasil wawancara dengan hasil kuisoner, kemudian dianalisis dengan strategi pengembangan dengan menggunakkan metode Matriks.Hasil: Tingkat kesesuaian manajemen penggunaan obat manajemen penggunaan obat di IFRSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2015 terhadap standar akreditasi manajemen penggunaan obat Kementrian Kesehatan tahun 2012 adalah pemesanan dan pencatatan 87,73%; penyimpanan 85,73%; pemantauan 85,6%; pemberian 84,9%; persiapan dan penyaluran 81,6%; seleksi dan pengadaan 81,33%; organisasi dan manajemen 79,73%. Strategi pengembangan IFRSUD Dr. Moewardi berdasarkan metode matrik adalah organisasi dan manajemen 35; pemantauan 31,2; seleksi dan pengadaan 25,2; pemberian 20,4; persiapan dan penyaluran 10,8; penyimpanan 6;pemesanan dan pencatatan 1,1.Kata kunci:Standar akreditasi, strategi pengembangan,Â  metode matrikÂ Â Â Â Â Â Â Â Â  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 128-135</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 128-135</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/155/109</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/156</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR RISIKO GANGGUAN FAAL PARU AKIBAT PAPARAN FORMALDEHID (STUDI PADA INDUSTRI PLYWOOD PT. OPQ DI KABUPATEN LUMAJANG)</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Kurnai Ardiansyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gangguan faal paru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">paparan formaldehid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">industri plywood</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Formaldehid yang merupakan bahan utama perekat dalam industri plywood yang terabsorbsi melalui saluran inhalasi dapat menyebabkan kerusakan paru dan mempengaruhi faal paru bahkan diduga menyebabkan kanker. Tujuan: untuk melihat faktor determinan yang mempengaruhi gangguan faal paru akibat paparan formaldehid. Faktor faktor determinan yang diamati dalam penelitian adalah umur, tinggi badan, berat badan, IMT, beban kerja, masa kerja, lama kerja, penggunaan masker, pengalaman kerja, perilaku merokok serta jumlah rokok yang dikonsumsi oleh pekerja unit pengeleman plywoodÂ  PT. OPQ Kabupaten Lumajang pada bulan april â€“ juli 2013. Metode: Observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Total populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 pekerja dengan jumlah sampel 39 pekerja. Sampling dilakukan dengan metode simple random sampling. Hasil: terdapat pengaruh signifikan antara gangguan faal paru yang dialami pekerja dengan masa kerja (0.008) dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari (0.029). Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara gangguan faal paru yang dialami pekerja dengan umur, tinggi badan, berat badan, IMT, beban kerja, lama kerja, penggunaan masker, pengalaman kerja dan perilaku merokok perkerja. Kesimpulan: masa kerja dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari merupakan faktor determinan gangguan faal paru akibat paparan formaldehid pada pekerja di unit pengeleman plywood PT. OPQ Kabupaten Lumajang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/156</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 67-72</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 67-72</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/156/156</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/157</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 DENGAN MELIHAT NILAI STATISTIK CP MALLOWS</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Nuke</dc:creator>
	<dc:creator>Mahmudah, Mahmudah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan ditandai dengan tingginya AHH. Jawa Timur mempunyai AHH jauh di bawah provinsi lain yang berada di Pulau Jawa. Teori Blum menyatakan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Tujuan: Identifikasi faktor-faktor yang diduga mempengaruhi angka harapan hidup di Jawa Timur pada tahun 2014. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan data sekunder. Unit analisis berupa kabupaten/ kota di Jawa Timur. Analisis menggunakan regresi linier berganda dengan statistik Cp mallows. Variabelnya adalah angka harapan hidup (Y), angka kejadian diare (X1), persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (X2), persentase angka buta huruf (X3) dan rasio dokter (X4). Hasil: Kombinasi dengan 2 variabel memiliki kriteria Cp mallows, yaitu 1,7 dan R2adj terbesar yaitu 56,8. Variabel tersebut adalah angka kejadian diare dan angka buta huruf. Uji koefisien regresi dan uji serentak menunjukkan bahwa p&amp;lt;Î±(0,05) dengan model yaitu:AHH=74,172 - 0,058 (Angka Kejadian Diare) - 0,430 (Angka Buta Huruf). Simpulan dan saran: Faktor yang mempengaruhi AHH di Jawa Timur tahun 2014 adalah angka kejadian diare dan angka buta huruf. Pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya pendidikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/157</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 13-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 13-19</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/157/164</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/158</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBEDAAN KADAR KADMIUM (CD) DALAM DARAH DAN TEKANAN DARAH PADA PENGELAS DAN NON PENGELAS DI PT. X SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Charisma Hilda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kadmium dalam Darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tekanan Darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengelas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dan Non Pengelas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kadmium (Cd) merupakan logam karsinogenik yang termasuk dalam logam pencemar udara. Salah satu proses industri yang menghasilkan kadmium (Cd) adalah proses pengelasan. Berdasarkan hasil pengukuran kadar kadmium (Cd) di udara bengkel las PT. X menunjukkan nilai yang melebihi Nilai Ambang Batas yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2011 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar kadmium (Cd) dalam darah dan tekanan darah pengelas dan non pengelas di PT. X. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah observasional-analitik dengan desain penelitianÂ  studi potong lintang. Subyek penelitian adalah pengelas dan non pengelas yang berjumlah 24 orang. Penentuan sample dilakukan dengan cara simple random sampling. Analisis perbedaan kadar kadmium (Cd) dalam darah dan tekanan darah pengelas dan non pengelas menggunakan uji statistik Independent t-test dan Mann Whitney. Terdapat perbedaan kadar kadmium (Cd) dalam darah pengelas dan non pengelas di PT. X menggunakan uji statistik Independent t-test dengan nilai p=0,001&amp;lt;0,05. Sedangkan tekanan darah pada pengelas dan non pengelas di PT. X tidak terdapat perbedaan, menggunakan uji statistik Mann Whitney dengan nilai p=0,763&amp;gt;0,05. Disarankan untuk melakukan biological monitoring kadar kadmium (Cd) di udara dan kadar kadmiuim darah (Cd), melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar dan peningkatan pengetahuan pekerja terkait kadmium.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 110-123</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 110-123</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/158/203</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/161</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:41:41Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS KURANG ENERGI KRONIS (KEK) IBU HAMIL DI KABUPATEN KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Triatmaja, Nining Tyas</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas baik bagi ibu maupun anak yang dilahirkan . Faktor-faktor yang berhubungan dengan status KEK perlu diketahui agar dapat ditentukan intervensi dalam penurunan prevalensi KEK. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilakukan di Kabupaten Kediri. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 70 ibu hamil trimester 3. Variabel terikat berupa status KEK sedangkan variabel bebas berupa karakteristik ibu dan kebiasaan makan. Analisis yang dilakukan berupa uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Prevalensi KEK dalam penelitian ini adalah sebesar 23.9%. Variabel yang berhubungan dengan status KEK (p&amp;lt;0.05) dalam penelitian ini adalah umur subyek. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan umur ibu hamil dengan status KEK. Perlu adanya perhitungan tingkat kecukupan energi dan zat gizi agar tergambarkan kebiasaan konsumsi ibu hamil yang merupakan faktor langsung penyebab KEK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/161</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 137-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 137-142</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/161/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/167</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI TOPIKAL MIKROEMULSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA  BAKTERI Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Restyana, Anggi</dc:creator>
	<dc:creator>Ihtiramidina, Utrujjah</dc:creator>
	<dc:creator>Kristianingsih, Ida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Biji Pepaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mikroemulsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang : Biji pepaya mengandung senyawa alkaloid karpain dan flavonoid quersetin yang berperan sebagai antibakteri. Dalam penelitian ini, mikroemulsi digunakan sebagai sistem penghantaran secara topikal, karena ukuran partikelnya kecil, dapat meningkatkan penetrasi obat, dan bersifat stabil secara termodinamika. Tujuan : mengetahui formula terbaik untuk menghasilkan aktivitas antibakteri pada staphylococcus aureus Metode : Mikroemulsi ekstrak biji pepaya dengan sistem M/A dibuat dengan perbandingan konsentrasi surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (Propilenglikol) yaitu 7:1, 8:1 dan 9:1. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, mikroemulsi ekstrak biji pepaya dengan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan 8:1 merupakan formula yang terbaik dilihat dari karakteristiknya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Data aktivitas antibakteri dianalisis dengan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%dan jika signifikansi p &amp;lt; 0,05 dilanjutkan dengan LSD. Simpulan dan saran : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mikroemulsi ekstrak biji pepayamemiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata daya hambat formula 7:1 mm (7,87 mm), 8:1 (8,80 mm), dan 9:1 (6,80 mm), kontrol positif (22,00 mm), dan kontrol negatif (0 mm). Â Perlu dilakukan analisa kandungan senyawa terpurifikasi pada ekstrak biji pepaya yang berperan sebagai antibakteri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 73-79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 73-79</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/167/157</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/170</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:42:24Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PREPARASI DAN KARAKTERISASI KARBON DARI â€œBLOTONGâ€ LIMBAH PABRIK GULA PADA BERBAGAI SUHU KARBONASI</dc:title>
	<dc:creator>Pujiono, Fery Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyati, Tri Ana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Blotong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Variation in carbonation temperature</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:Blotong dari limbah pabrik gula menimbulkan permasalahan lingkungan karena jumlahnya yang melimpah. Disisi lain, Blotong dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon. Sintesis karbon dapat dilakukan melalui proses karbonasi, yaitu pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon.Karbonasi dapat dilakukan pada berbagai suhu mulai dari 350-900ÂºC, tergantung prekursor karbon yang digunakanTujuan: Menetukan karakterisasi karbon dari blotong dengan berbagai variasi suhu. Metode : Pada Tahap preparasi, sampel dikeringkan pada suhu 105ÂºC selama 4 jam, sedangkan pada tahap karbonasi, sampel difurnace pada berbagai suhu karbonasi selama 2 jam. Hasilnya ditumbuk dan diayak pada ayakan 100 mesh. Hasil:Pola Difragtogram menunjukkan puncak difusi melebar pada sudut pendek 6Â°-20Â° menunjukkan struktur karbon yang amorf dan heterogen.Hasil analisa FTIR menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu karbonasi maka semakin kecil intensitas puncak pada panjang gelmbang 1625-1610 cm-1 yang menunjukkan adanya C=C. Hal ini didukung dengan Puncak pada panjang gelmbang 3500-3300 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Oâ€“HSimpulan dan saran:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu optimasi mempengaruhi struktur dari karbon yang dihasilkan dan suhu optimum untuk pembuatan karbon aktif adalah 500oC. Perlu dilakukan penelitian tentang pembuatan karbon aktif dari blotong dengan suhu karbonasi 500oC.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 173-179</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 173-179</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/170/115</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/173</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">GAMBARAN WAKTU TUNGGU PASIEN DAN MUTU PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM UPTD PUSKESMAS PESANTREN 1 KOTA KEDIRI TAHUN 2017</dc:title>
	<dc:creator>Nugraheni, Reny</dc:creator>
	<dc:creator>Kirana, Gerardin Ranind</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puskesmas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">waktu tunggu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mutu pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">poli rawat jalan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang : Waktu tunggu adalah waktu yangÂ digunakanÂ pasien untuk mendapatkan pelayananÂ kesehatan mulaiÂ tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu merupakan hal yang sensitif, dalam arti waktu tunggu berisiko menyebabkan mutu pelayanan kesehatan disebuah puskesmas menurun. Tujuan : Mengetahui gambaran waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 dan mutu pelayanan di Puskesmas Pesantren 1 berdasarkan variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance,Â  Empathy. Metode : Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil : Berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 bahwa waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit). Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu tunggu pasien rawat jalan dimana rata- rata waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 adalah 55,45 menit. Kesimpulan dan saran : Waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit) yaitu 55,45 menit dan mutu pelayanan dalam kategori baik yaitu 72%</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 98-105</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 98-105</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/173/129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/175</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH KETERATURAN BEROBAT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK TIPE 2</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Arini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan kasus setiap tahun. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes dengan proporsi paling banyak dari total kasus diabetes mellitus. Diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terkendali akan menyebabkan terjadinya komplikasi neuropati diabetik. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh faktor keteraturan berobat dan aktivitas fisik terhadap kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain case control. Kelompok kasus pada penelitian ini berjumlah 36 responden dan kelompok kontrol berjumlah 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling. Variabel independen yaitu keteraturan berobat dan aktivitas fisik. Penelitian dilakukan di poli penyakit dalam RSUD Dr. M. Soewandhi Surabaya pada bulan Okbober 2017. Hasil: analisis regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keteraturan berobat (p=0,002 &amp;lt; 0,05) dan pola aktivitas fisik (p=0,033 &amp;lt; 0,05) terhadap terjadinya neuropati diabetik. Simpulan dan saran: Variabel keteraturan berobat dan aktivitas fisik mempengaruhi terhadinya neuropati diabetik. Penderita diabetes mellitus tipe 2 diharapkan mencari informasi kesehatan agar penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak berakibat pada komplikasi neuropati diabetik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/175</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.175</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 80-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 80-87</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/175/402</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/175/158</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/178</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:41:47Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI AKTIF TERSTANDAR FLAVONOID DARI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)</dc:title>
	<dc:creator>Aryantini, Dyah</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Fita</dc:creator>
	<dc:creator>Juleha, Juleha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Scienc</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">naturalisasi products</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">secondary metabolite</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:Daun belimbing wuluh memiliki potensi besar sebagai obat tradisional, diantaranya sebagai antiradang, antibatuk, antihipertensi, mengobati ulkus lambung dan antiinfeksi. Tujuan:Menguji aktivitas dari fraksi terstandar marker flavonoid (rutin) yang aktif menghambat bakteri Staphyllococcus aureus.Metode: Daun belimbing wuluh diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, fraksinasi ekstrak kental menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan corong pisah. Aktivitas antibakteri diuji dengan sampel fraksi semipolar dengan konsentrasi 10%, 7,5% dan 5%. Uji kualitatif KLT terhadap sampel fraksi dengan pembanding rutin sebagai marker golongan flavonoid untuk mengkonfirmasi keberadaan senyawa golongan flavonoid dalam fraksi. Hasil:Fraksi semi polar menunjukkan aktivitas dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat terbesar 11 mm pada konsentrasi fraksi 10%. Pola kromatogram dari fraksi aktif menunjukkan adanya noda pada Rf yang sama dengan standar rutin Simpulan dan saran:Fraksi semi polar terstandar rutin memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan S. aureus pada konsentrasi 10%, 7,5% dan 5%. Perlu identifikasi dan karakterisasi lebih lanjut senyawa yang muncul dalam pemisahan KLT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/178</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.178</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 143-150</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 143-150</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/178/111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/187</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:42:00Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA ES BATU DI WILAYAH BOJONG RAYA, CENGKARENG JAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Nur, Jumriah</dc:creator>
	<dc:creator>Winarsih, D Asri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Escherichia coli</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Es batu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wilayah Bojong Raya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: keberadaan Coliform sering dijumpai pada air dan makanan. Bakteri aerob ini dapat menyebabkan penyakit infeksi primer pada usus misalnya diare dan infeksi pada jaringan tubuh lain diluar usus. Salah satu fenomena yang sering terjadi dilingkungan masyarakat adalah penggunaan air mentah untuk es batu. Faktor yang mempengaruhi es batu tercemar bakteri Escherichia coli diantaranya air yang digunakan belum matang dan disebabkan oleh pembungkus es yang telah terkontaminasi saat pengantaran atau saat penyimpanan es. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk identifikasi bakteri Escherichia coli pada es batu di wilayah Bojong raya, Jakarta Barat. Metode: penelitian ini dilakukan dengan metode convenience sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 10 sampel es batu di warung tegal ( warteg ) sekitar Bojong raya, Jakarta barat. Sampel dilakukan dengan Uji IMViC. Hasil: berdasarkan hasil penenlitian, diperoleh 8 sampel positif teridentifikasi bakteri Escherichia coli, dengan persentase 80 % dan 2 sampel tidak teridentifikasi bakteri, dengan persentase 20 %. Simpulan dan saran: hasil diatas menunjukan bahwa kualitas es batu kurang baik dan tidak layak konsumsi, untuk itu diharapkan agar masyarakat dapat berhati-hati dalam menggunakan es batu dan diperlukan untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai topik ini mengunakan bidang molekuler.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/187</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.187</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 151-156</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 151-156</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/187/112</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/188</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:42:12Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KETERATURAN BEROBAT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK TIPE 2</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Arini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keteraturan berobat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivitas fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">neuropati diabetik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan kasus setiap tahun. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes dengan proporsi paling banyak dari total kasus diabetes mellitus. Diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terkendali akan menyebabkan terjadinya komplikasi neuropati diabetik. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh faktor keteraturan berobat dan aktivitas fisik terhadap kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain case control. Kelompok kasus pada penelitian ini berjumlah 36 responden dan kelompok kontrol berjumlah 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling. Variabel independen yaitu keteraturan berobat dan aktivitas fisik. Penelitian dilakukan di poli penyakit dalam RSUD Dr. M. Soewandhi Surabaya pada bulan Okbober 2017. Hasil: analisis regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keteraturan berobat (p=0,002 &amp;lt; 0,05) dan pola aktivitas fisik (p=0,033 &amp;lt; 0,05) terhadap terjadinya neuropati diabetik. Simpulan dan saran: Variabel keteraturan berobat dan aktivitas fisik mempengaruhi terhadinya neuropati diabetik. Penderita diabetes mellitus tipe 2 diharapkan mencari informasi kesehatan agar penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak berakibat pada komplikasi neuropati diabetik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 157-164</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 157-164</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/188/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/189</identifier>
				<datestamp>2018-05-22T21:42:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Waktu Tunggu Pasien dan Mutu Pelayanan Rawat Jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri Tahun 2017</dc:title>
	<dc:creator>Nugraheni, Reny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">waktu tunggu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mutu pelayanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu merupakan hal yang sensitif, dalam arti waktu tunggu berisiko menyebabkan mutu pelayanan kesehatan disebuah puskesmas menurun. Waktu tunggu yang yang tidak efisien dapat megundang ketidak puasan pasien akan sebuah pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui gambaran waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 dan mutu pelayanan di Puskesmas Pesantren 1 berdasarkan variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil: Berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 bahwa waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit). Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu tunggu pasien rawat jalan dimana rata- rata waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 adalah 55,45 menit. Dan dari hasil penyebaran kuesioner di ketahui untuk keseluruhan pelayanan baik yaitu 72%. Simpulan dan saran: Waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit) yaitu 55,45 menit dan mutu pelayanan dalam kategori baik yaitu 72%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/189</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v4i2.189</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 4 No. 2 (2017); 165-172</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 4 No 2 (2017); 165-172</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/189/114</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/196</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PERENCANAAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSUMSI DI INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN KOTA KEDIRI TAHUN 2017</dc:title>
	<dc:creator>Walujo, Djembor Sugeng</dc:creator>
	<dc:creator>Yudha P, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Septria F. A, Septria F. A</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perencanaan Obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Metode Konsumsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Obat memegang peran yang penting untuk meningkatkan derajat kesehatan. Pengelolaan obat kabupaten atau kota merupakan tanggung jawab penuh dari pemerintah kabupaten atau kota. Tujuan: Untuk mengetahui perencanaan kebutuhan obat menggunakan metode konsumsi di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Kediri tahun 2017. Metode: Jenis penelitian deskriptif observasional dengan desain rancangan retrospektif menggunakan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) UPTD Puskesmas di seluruh Kota Kediri dan juga melakukan wawancara mendalam. Hasil: Berdasarkan analisis ABC terhadap rencana kebutuhan obat tahun 2017 terlihat bahwa dari 215 jenis obat yang perlu dilakukan pengadaan obat hanya 115 jenis obat, yang terdiri dari 25 jenis item obat termasuk kelompok A (21,74%) dengan biaya pengadaan sebesar Rp 605.826.367,- (70,21%). Â Sebanyak 23 item obat termasuk dalam Â kelompok B (20,00%) dengan biaya sebesar Rp 145.323.838,- (16,84%) dan kelompok C sebanyak 67 item (58,26%) dengan biaya sebesar Rp 111.708.155,- (12,95%). Hasilnya didapatkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan obat sebanyak Rp 863.830.208,-. Simpulan: Perencanaan kebutuhan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Kediri belum sepenuhnya sesuai dengan perhitungan perencanaan yang tertera pada Kepmenkes RI Â Nomor: 1121/Menkes/SK/XII/2008 tentang Pedoman Tehnis pengadaan obat publik dan perbekalan kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/196</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.196</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 24-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 24-28</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/196/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/197</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI  PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR BULAN JULI-DESEMBER TAHUN 2016</dc:title>
	<dc:creator>farida, umul farida</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyani, Pristia Wulan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keywords</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hypertension</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antihypertensive Drugs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Retrospective</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan. Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya mengalami peningkatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan untuk mengetahui obat yang paling banyak digunakan. Metode: Penelitian dengan menggunakan metode retrospektif dilakukan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar selama periode Juli-Desember tahun 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini yaitu sebanyak 84 pasien. Pasien hipertensi terbanyak adalah pasien perempuan sebanyak 49 pasien dan laki-laki sebanyak 34 pasien. Usia yang paling banyak menderita hipertensi yaitu 58-64 tahun sebanyak 24 pasien (28.57%). Berdasarkan klasifikasi hipertensi yang paling banyak terjadi yaitu hipertensi stadium II sebanyak 30 pasien (35,71%). Terapi obat yang paling banyak digunakan yaitu terapi obat kombinasi sebanyak 81 pasien (96,43%) dan yang menggunakan terapi tunggal sebanyak 3 pasien (3,57%). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian obat-obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi rawat inap meliputi Captopril, lisinopril, imidapril, diltiazem, amlodipine, nifedipine, candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan, bisoprolol dan propanolol , HCT, indapamide, furosemide, spironolactone, terazosin, clonidin,. Golongan obat antihipertensi candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/197</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.197</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 29-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 29-33</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/197/120</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/197/403</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/203</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI ANTIHIPERTENSI PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DIABETES MELLITUS TIPE-2  RSU AMINAH BLITAR</dc:title>
	<dc:creator>Marhenta, Yogi Bhakti</dc:creator>
	<dc:creator>Ayuning Siwi, Mayang Aditya</dc:creator>
	<dc:creator>Aprilianur, Dera</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">diabetes mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Analisis Efektivitas Biaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental yang dilakukan dengan menganalisis data secara deskriptif. Data yang digunakan untuk analisis efektivitas biaya adalah data rekam medik dan biaya medik langsung yang diambil secara retrospektif tanpa memberikan intervensi. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung biaya medik langsung, menghitung efektivitas terapi berdasarkan tekanan darah yang mencapai target minimal dan menghitung nilai ACER dan ICER. Hasil dari penelitian ini sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 25 pasien Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â ( 53,13%) dengan terapi kombinasi dan 22 pasien (46,80%) Â menggunakan monoterapi. Kesimpulannya adalah antihipertensi yang efektif untuk pengobatan penurunan tekanan darah adalah kombinasi ACEI-Diuretik thiazide. Kemudian untuk antihipertensi yang paling cost-effective berdasarkan ACER adalah kombinasi ACEI-Diuretik thiazide dengan nilai sebesar Rp. 1.258,00. Berdasarkan ICER antihipertensi yang paling efektif dan murah adalah kombinasi ACE-Diuretik thiazide dengan nilai sebesar Rp. -625,00. Saran penelitian berikutnya pengambilan sampel data secara prospektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.203</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 44-51</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 44-51</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/203/122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/205</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KARAKTER SPESIFIK DAN PENGARUH PEMBERIAN ORAL EKSTRAK TERPURIFIKASI KELOPAK ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP MAKROSKOPIS ORGAN HEPAR TIKUS WISTAR</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Fita</dc:creator>
	<dc:creator>Aryantini, Dyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakterisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">purifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hepar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">rosella</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Proses pembuatan obat tradisonal memerlukan karakter spesifik yang dapat menjamin kualitas senyawa bioaktif tanaman sehingga memiliki aktivitas farmakologi. Ekstrak yang berkualitas adalah ekstrak yang memenuhi persyaratan standar parameter yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui karakterisasi spesifik ekstrak terpurifikasi kelopak rosella dan pengaruhnya terhadap organ hepar Tikus Wistar secara makroskopis. Metode: Purifikasi ekstrak, karakterisasi parameter spesifik dan pengamatan organ hepar. Analisis data secara deskriptif. Hasil: Parameter sari larut air dengan kadar 24,9 % dan kadar sari larut dalam etanol kadar 30,6%. Deteksi kandungan flavonoid menunjukkan Rf senyawa bioaktif sama dengan Rf quersetin. Simpulan dan saran: Karakter spesifik ekstrak terpurifikasi kelopak rosella memenuhi persyaratan FHI dan melalui pemberian oral ekstrak tidak mempengaruhi organ hepar tikus Wistar. Memerlukan uji aktivitas farmakologi terhadap kelompok hewan uji.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/205</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.205</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/205/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/206</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERBANDINGAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH  (Hylocereus polyrhizus) DENGAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP LUKA BAKAR DERAJAT II TIKUS (Rattus novergicus)</dc:title>
	<dc:creator>astutik, yanuar eka puji</dc:creator>
	<dc:creator>Hapsari, Anindya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kulit buah naga merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">daun sirih merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penyembuhan luka bakar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Luka bakar derajat II melibatkan semua lapisan epidermis dan sebagian dermis. Bila ditangani dengan baik, luka bakar derajat II dapat sembuh dalam 7 hingga 20 hari. Beberapa tanaman yang terbukti menyembuhkan luka bakar antara lain buah naga mengandung senyawa flavonoid (senyawa polifenol) yang dapat menjadi kemopreventif kanker, anti mikroba, dan sebagai anti inflamasi yang bekerja pada sel hidup. Sama halnya dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan ekstrak kulit buah naga merah dengan lumatan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimental dengan desain The Post-Test Only Control Group. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Kelompok pertama setelah dIInduksi luka bakar derajat II lalu dirawat dengan ekstrak kulit buah naga merah, kelompok kedua (kontrol) dirawat dengan Ekstrak kulit buah naga merah, kelompok ketiga dirawat dengan lumatan daun sirih merah yang dilakukan perawatan setiap pagi hari sampai luka bakar sembuh dengan ditutup kassa steril. Pengukuran kecepatan penyembuhan luka tikus menggunakan observasi skala DESIGN. Hasil analisis uji Kruskal Wallis didapatkan nilai signifikansi p&amp;lt;Î± = 0,05 dengan nilai p = 0,021 artinya terdapat perbedaan antara kelompok pertama dengan kelompok kontrol maupun dengan kelompok ketiga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/206</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.206</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 34-43</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 34-43</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/206/121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/209</identifier>
				<datestamp>2018-12-10T17:51:48Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERLINDUNGAN HUKUM  TERHADAP HAK PRIVASI DAN DATA MEDIS PASIEN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Susilowati, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Surjoseputro, Wisnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Silviawati, Dika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perlindungan hukum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rahasia kedokteran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hak pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">privasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang :Semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kedokteran dan/atau menggunakan data dan informasi tentang pasien wajib menyimpan rahasia kedokteran, sebagai jaminan kepastian hukum bagi pasien. Tujuan: Mengetahui perlindungan hukum terhadap hak privasi dan data medis pasien di Rumah Sakit X Surabaya. Metode:PenelitianÂ Â  deskriptif, dengan teknik simple random sampling dan lembar observasi pasien sebanyak 98. Hasil : MenunjukkanÂ  hak privasi dan data medis pasien tidak terlindungi, sebab belum ada Standar Prosedur Operasional yang mengatur secara khusus, sarana belum memadai untuk melindungi privasi saat pemeriksaan. Â Persepsi pasien rawat jalan tentang hak privasinya 56 pasien (63%) terlindungi, 42 pasien (37%) tidak terlindungi. Data dari lembar persetujuan umum pasien rawat jalan 62 (63%) terisi dan 36 (37%) tidak terisi. Simpulan: Rumah Sakit X Surabaya belum memiliki Standar Prosedur Operasional terkait hak privasi pasien, sarana belum menjamin perlindungan hukum terhadap privasi dan data medis pasien, dan petugas belum memenuhi kewajibannya untuk memberikan informasi dan penjelasan pada beberapa pasien. Saran : Rumah Sakit dihimbau membuat Standar Prosedur Operasional terkait hak privasi pasien, serta melakukan pembinaan, pengaturan, pengawasan yang menunjang pelayanan kesehatan yangÂ  profesional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/209</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i1.209</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 1 (2018); 10-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 1 (2018); 10-23</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/209/118</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/209/404</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/210</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Instructional Leadership Berbasis Theory Planned Behavior dalam Peningkatan Motivasi Belajar Mahasiswa</dc:title>
	<dc:creator>Margaretta, Sheylla Septina</dc:creator>
	<dc:creator>Isnaeni, Ely</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Instructional Leadership</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Theory Planned Behavior</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">motivasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Â Tugas perawat profesional adalah memberi pelayanan kesehatan asuhan keperawatan holistik secara paripurna, sehingga calon perawat perlu kemampuan akademik serta praktik yang baik untuk mencapai target lulus uji kompetensi. Namun pada awal pembelajaran perguruan tinggi, didapatkan rendahnya minat mahasiswa baru dalam menjadi perawat, kurang memahami kurikulum, dan stress adaptasi lingkungan baru sehingga menurukan motivasi belajar. Tujuan: Â Mengetahui pengaruh Instructional Leadership dengan pendekatan Theory Planned Behavior (TPB) terhadap peningkatan motovasi belajar mahasiswa baru progam studi S1 Keperawatan. Metode: Kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimental dengan jenis one group pra post test, penerapan instructional leadership dilakukan oleh Kaprodi dengan penilaian motivasi belajar menggunakan kuisioner.Â  Desain pengambilan sampel total sampling yaitu sebanyak 63 mahasiswa baru. Hasil: Pada uji paired t-test didapatkan nilai signifikan p=0,000 pada motivasi belajar mahasiswa. Simpulan: Instructional Leadership dengan pendekatan TPB dapat peningkatan motovasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dapat diaplikasikan oleh Kaprodi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/210</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.210</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 77-84</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 77-84</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/210/126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/212</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGEMBANGAN BASIS DATA  SISTEM SURVEILANS KESEHATAN HAJI</dc:title>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Notobroto, Hari Basuki</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Chatarina Umbul</dc:creator>
	<dc:creator>Jayanti, Krisnita Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Basis data</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sistem surveilans kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">haji embarkasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya sebagai penyedia kesehatan haji embarkasi memiliki tugas menangani jemaah haji risiko tinggi seperti untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan yang baik untuk para jemaah di bidang kesehatan, maka rekaman yang diperlukan dan melaporkan secara efektif dan efisien kegiatan pengawasan kesehatan haji embarkasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan lengkap. Tujuan: mengembangkan data base sistem surveilans kesehatan haji embarkasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya Metode: penelitian action reseach dalam bentuk pengembangan sistem. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap : analisis sistem surveilans kesehatan haji embarkasi, pengembangan database dan pengujian lebih lanjut dan evaluasi. Hasil: Berdasarkan hasil mengungkapkan bahwa masalah dalam sistem pengawasan kesehatan haji di komponen proses, yaitu proses entri dan data rekap. Merekam data berulang (redudancy) dan perbedaan persepsi petugas dalam pengolahan data sehingga informasi yang dihasilkan menjadi kurang valid dan pelaporan menjadi kurang efektif dan efisien. Simpulan dan saran: dari hasil pengujian database yang telah dikembangkan memberikan kemudahan entri data, pengolahan data dan dapat memberikan data yang cepat, akurat dan lengkap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/212</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.212</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 88-110</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 88-110</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/212/159</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/214</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFIKASI DIRI PASIEN PASCA STROKE: STUDI CROSS SECTIONAL DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Christina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Efikasi diri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">status perkawinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jenis stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">serangan stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">dukungan keluarga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Stroke terjadi dengan tiba-tiba tetapi memberikan dampak jangka panjang seperti, kecacatan, masalah emosional, depresi dan juga perubahan dalam hubungan sosial. Disfungsi pada pasien stroke menimbulkan pengaruh secara psikologis maupun sosial pada pasien, seperti timbulnya perasaan rendah diri, perasaan tidak beruntung, perasaan ingin memperoleh kembali kemampuan yang menurun, perasaan berduka, cemas dan putus asa, dimana hal tersebut merupakan tanda dan gejala efikasi diri yang rendah. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri pasien pasca stroke di RSUD Gambiran Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 pasien stroke. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah efikasi diri pasien pasca stroke. Variabel bebas dalam penelitian ini berupa karakteristik pasien stroke dan dukungan keluarga. Analisis yang dilakukan berupa uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Variabel yang berhubungan dengan efikasi diri pasien pasca stroke (p&amp;lt;0.05) dalam penelitian ini adalah status perkawinan, jenis stroke, serangan stroke dan dukungan keluarga. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan Â status perkawinan, jenis stroke, serangan stroke dan dukungan keluarga dengan efikasi diri. Perlu adanya penentuan variabel yang paling berpengaruh terhadap efikasi diri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.214</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 85-92</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 85-92</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/214/127</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/215</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus novergicus Berkenhout  1769) AKIBAT ULKUS TRAUMATIK DENGAN PAPARAN EKSTRAK JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Ismiy Noer</dc:creator>
	<dc:creator>Sabban, Indra Fauzi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Berat Badan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bahan Alam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Saat ini, berbagai bahan alam telah banyak diteliti dan dimanfaatkan sebagai pengobatan ulkus traumatik. Tujuan: untuk mengetahui gambaran berat badan tikus ulkus traumatik yang diberikan paparan ekstrak jamur tiram. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskrptif dimana untuk melihat gambaran berat badan tikus ulser yang diberikan paparan ekstrak jamur tiram. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan berat badan selama 14 hari pada kelompok 3 dari 220 gram menjadi 229 gram sedangkan pada kelompok 4 dari berat awalnya 221 gram menjadi 229 gram, sedangkan pada kelompok 1 tidak telalu ada perubahan dari berat awalnya 220 menjadi 221 gram jika dibandingkan dengan kelompok 1 yang mengalami penurunan berat dari berat awalnya adalah 222 gram menjadi 210 gram. Simpulan dan saran: Simpulan dalam penelitian ini bahwa berat bedan tikus ulser yang tidak diberikan paparan ekstrak akan mengalami penurunan sedangkan tikus ulser yang diberikan paparan ekstrak akan mengalami peningkatan berat badan dan Saran dalam penelitian ini agar dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap keadaan fisiologis tubuh dan pelu ditindak lanjuti lagi hubungan ulser traumatik dengan berat badan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/215</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.215</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 61-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 61-68</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/215/124</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/216</identifier>
				<datestamp>2019-07-13T00:35:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PENGARUH TINGKAT KUALITAS PELAYANAN  BPJS TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA KOTA KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Marhenta, Yogi Bhakti</dc:creator>
	<dc:creator>Seran, Krisogonus Ephrino</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kepuasan Pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">FKTP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kepuasan pasien menjadi peran penting terhadap tingkat kualitas pelayanan BPJS sebab dengan tingkat kualitas pelayanan BPJS yang baik maka akan memberikan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk, mengetahui pengaruh Kepesertaan, Pelayanan, Pembiayaan terhadap kepuasan pasien serta mengetahui karakteristik pasien berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Kediri. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Kediri secara purposive sampling terhadap 300 responden dengan menggunakan variabel bebas kepesertaan, pelayanan BPJS, dan pembiayaan. Data diperoleh dengan menyebarkan secara langsung kuesioner dengan berinteraksi langsung kepada responden, kemudian hasil jawaban responden dari kuisioner yang disebarkan didistribusi skor dengan menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepesertaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00, pelayanan BPJS berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00, pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kepesertaan, pelayanan dan pebiayaan di puskesmas kota Kediri berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/216</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.216</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 1-5</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 1-5</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/216/136</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/218</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">DETERMINAN MASALAH GIZI KURANG (STATUS KURANG ENERGI KRONIS) PADA IBU MENYUSUI BERDASARKAN ASPEK INDIVIDU DAN RUMAH TANGGA DI KOTA KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Triatmaja, Nining Tyas</dc:creator>
	<dc:creator>Rizky I, Oktovina</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kurang energi kronis (KEK)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ibu menyusui</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">status gizi ibu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Kurang energi kronis (KEK) pada ibu menyusui masih dijumpai dan berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya KEK perlu diketahui sebagai dasar penyusunan program penurunan KEK. Tujuan: Menganalisis faktor determinan masalah gizi kurang pada ibu menyusui di Kota Kediri. Metode: Penelitian dilakukan di Kota Kediri menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 63 sampel yang diambil dengan teknik purposive. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status KEK dan variabel independen adalah usia, pendidikan, pekerjaan, frekuensi makan, frekuensi konsumsi pangan sumber karbohidrat, dan protein, kejadian infeksi, besar keluarga dan status ekonomi keluarga. Anailis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Prevalensi KEK adalah 34.9%. KEK banyak ditemukan pada sampel yang berusia â‰¥29.5 tahun (38.7%), pendidikan &amp;gt; SMP (40%), bekerja (35.7%), tidak mengalami infeksi (40.5%), besar keluarga tergolong kecil (36.8%), status ekonomi kurang (38.6%), mempunyai kebiasaan makan â‰¥ 3x/hari (38%), frekuensi konsumsi pangan sumber protein jarang (42.3%), dan frekuensi konsumsi pangan sumber karbohidrat jarang (42.9%). Simpulan dan saran: Tidak terdapat hubungan antara aspek individu dan rumah tangga dengan kejadian KEK pada ibu menyusui di Kota Kediri. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis konsumsi pangan secara kuantitatif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 69-76</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 69-76</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/218/125</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/224</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">HUBUNGAN STIMULASI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN  MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI KB-RA MUSLIMAT NU 16 KOTA MALANG</dc:title>
	<dc:creator>samtyaningsih, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Ibaadillah, Afrihal Afiif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Health</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stimulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Motorik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perkembangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa, sehingga dibutuhkan anak dengan kualitas baik. Perkembangan anak dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang penting dalam menentukan kecerdasan anak adalah stimulasi. Stimulasi adalah rangsangan yang datangnya dari lingkungan diluar individu anak, antara lain berupa latihan dan bermain. Tujuan: untuk mengetahui hubungan stimulasi orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-5 tahun di KB-RA Muslimat NU 16 Kota Malang. Metode: Desain penelitian yaitu analitik korelasional, dengan uji analisa Chi Square test. Populasi penelitian adalah anak usia 3-5 tahun serta orangtuanya sebanyak 56 orang, teknik sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu format penilaian KPSP serta kuisioner. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan asymp sig. 0,000 &amp;lt; 0,05. Simpulan dan saran: ada hubungan antara stimulasi orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-5 tahun. Orangtua anak agar lebih meningkatkan upaya dalam memberikan stimulasi yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anaknya sesuai dengan usianya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.224</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 93-97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 93-97</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/224/128</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/224/405</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/226</identifier>
				<datestamp>2019-07-13T00:35:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">EFEKTIVITAS SEDUHAN TEH ROSELA KERING TERHADAP  PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI  DI KOTA MALANG</dc:title>
	<dc:creator>Kristiana, Agnis Sabat</dc:creator>
	<dc:creator>Prastiwi, Evi Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Remaja putri merupakan kelompok rentan terjadi anemia. Maka perlu mendapatkan tambahan zat besi dan vitamin C untuk absorbsi zat besi. Salah satunya adalah bunga rosela (hibiscus sabdarifa) dengan kandungan 9 kali lipat jeruk citrus. Tujuan: Mengetahui efektivitas seduhan teh rosela kering terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada remaja putri. Metode: Desain true eksperimental pretest - posttest dengan kelompok kontrol. Populasi 46 orang sesuai kriteri inklusi. Sampel 30 responden (15 responden perlakuan dan 15 responden kontrol). Penelitian dilakukan di Kota Malang (STIKes Maharani dan SMKF Maharani). Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Analisa data menggunakan Paired t-test. Hasil: Pada kelompok perlakuan dari 15 orang yang menderita anemia, 12 orang (80%) kadar Hb mengalami kenaikan. Pada kelompok kontrol dari 15 orang, 8 orang (53,3%) mengalami penurunan kadar Hb. Analisis t-test kelompok perlakuan p=0,029 (p&amp;lt;0,05) dan kelompok kontrol p=0,279 (p&amp;gt;0,05), ada perbedaan efektivitas seduhan teh rosela kering terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada remaja putri. Simpulan dan Saran: Diharapkan remaja putri dapat mengkonsumsi tablet Fe disertai dengan konsumsi vitamin C untuk meningkatkan absorbsi tablet Fe.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 6-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 6-12</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/226/137</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/226/406</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/229</identifier>
				<datestamp>2019-07-13T00:35:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">STRATEGI MENGATASI TEMPERTANTRUM PADA ANAK  USIA 3-5 TAHUN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI TK WILAYAH TUMPANG KABUPATEN MALANG</dc:title>
	<dc:creator>Supriyanti, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyanti, Tanti Budhi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Di Indonesia balita yang mengalami tantrum dalam waktu satu tahun, 23-83% dari anak usia 2 sampai 4 tahun pernah mengalami tempertantrum. Tempertantrum bukanlah suatu penyakit berbahaya, namun jika orangtua membiarkan tantrum berlarut-larut dan tidak pernah memberikan solusi yang benar kepada anak maka perkembangan emosional anak dapat terganggu.. Tujuan: Mengetahui strategi mangatasi tempertantrum pada anak usia 3-5 tahun melalui permainan ular tangga. Metode: Desain penelitian ini menggunakan one group pre-post test. Populasinya adalah orangtua yang mempunyai anak TK, sampelnya adalah orangtua yang mempunyai anak tempertantrum sesuai kriteria inklusi dengan teknik sampling purposive sampling sejumlah 30 responden. Tempat penelitian dilakukan di TK Wilayah Tumpang Kabupaten Malang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, observasi, dan dokumentasi untuk melihat pengaruh permainan ular tangga. Hasil: Analisa data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai P=0,001 (P &amp;lt; 0,05). Simpulan dan saran: Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh mengatasi tempertantrum pada anak usia 3-5 tahun melalui permainan ular tangga. Dan diharapkan orangtua maupun tenaga kesehatan dapat menerapkan strategi mengatasi tempertantrum pada anak melalui permainan ular tangga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/229</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.229</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 13-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 13-20</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/229/138</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/229/407</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/232</identifier>
				<datestamp>2019-07-13T00:35:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">GAMBARAN DAYATAHAN KARDIOVASKULAR DAN KESEHATAN MENTAL PADA SUBJEK DENGAN SKIZOFRENIA DI RSJ PROVINSI BALI</dc:title>
	<dc:creator>Dwi Jayanti, Desak Made Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Oka Widiarta, Made Bayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesehatan Mental</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dayatahan Kardiovaskular</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Skizofrenia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kesehatan mental merupakan suatu kondisi dimana bebas dari masalah kejiwaan seperti gangguan psikosis, depresi dan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mejelaskan gambaran kesehatan mental dan dayatahan kardiovaskular pada subjek dengan skizofrenia di RSJ Provinsi Bali. Jenis penelitian ini adalah deskriptip dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan jenis kelamin laki-laki yang telah tenang.Â  Tekhnik pengambilan sampel adalah dengan total sampling, jadi jumlah sampel adalah 20 orang. Alat ukur yang digunakan adalah untuk mengukur kesehatan mental menggunakan kuesioner Psychosis Evaluation Tool forÂ  Common us by Caregivers (PECC) dan untuk mengukur dayatahan kardiovaskular menggunakan tes lari 1600 meter dan kemudian diukur nilai VO2maxnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristis responden berdasarkan IMT terbanyak pada kategori normal sebesar 55% dan berdasarkan usia terbanyak pada usia dewasa akhir sebesar 70%. Rerata daya tahan kardiovaskular pada pasien skizofrenia di RSJ Provinsi Bali 33,05Â±5,81 ml/kg/ menit. Rerata kesehatan mental pada pasien skizofrenia di RSJ Provinsi Bali 7,85Â±3,10. Disarankan kepada RSJ Provinsi Bali selainmenangami masalah kesehatan mentalnya juga memperhatikan masalah kesehatan fisiknya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/232</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.232</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 54-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 54-60</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/232/131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/233</identifier>
				<datestamp>2019-01-24T21:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGUJIAN FITOKIMIA DAN PENENTUAN PARAMETER KINETIK ENZIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK INFUSA AIR SELEDRI</dc:title>
	<dc:creator>Martha, Rahma Diyan</dc:creator>
	<dc:creator>Zummah, Atiqoh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seledri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fitokimia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Xantin Oksidase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Infusa Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Hiperurisemia merupakan kelainan metabolisme karena produksi asam urat yang berlebih. Prevalensi hiperurisemia di Indonesia diperkirakan antara 2,3-17,6%, sehingga penelitian mengenai obat antihiperuresemia sangat dibutuhkan saat ini. Tujuan: untuk mengetahui aktivitas infusa batang seledri terhadap parameter kinetic enzim xantin oksidase. Metode: spektrofotometri UV untuk mengukur kadar asam urat. Hasil: pengujian kandungan senyawa bahan aktif menunjukkan hasil positif pada pengujian flavonoid. Parameter kinetik enzim Km dan Vmaks menunjukkan perubahan nilai dengan adanya penambahan infusa batang seledri. Nilai Km enzim adalah sebesar 90,00 ppm, dan nilai Vmaks enzim sebesar 3,51 U/mL sebelum adanya penambahan ekstrak air batang seledri dan nilai Km dan Vmaks berubah menjadi 125,42 ppm dan 2,97 U/mL dengan adanya penambahan ekstrak infusa air batang seledri. Simpulan dan saran: pengujian kandungan senyawa bahan aktif menunjukkan hasil positif pada pengujian flavonoid, sedangkan uji parameter kinetik enzim menunjukkan kenaikan Km dan Vmaks menunjukkan penurunan Â dengan adanya penambahan ekstrak infusa air batang seledri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/233</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v5i2.233</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 5 No. 2 (2018); 106-111</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 5 No 2 (2018); 106-111</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/233/130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/237</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENENTUAN PARAMETER KINETIK ENZIM XANTIN OKSIDASE TERINHIBISI EKSTRAK SELEDRI BERDASARKAN METODE GRAFIK LINEWEAVER-BURK DAN LANGMUIR</dc:title>
	<dc:creator>ZUMMAH, ATIQOH</dc:creator>
	<dc:creator>MARTHA, RAHMA DIYAN</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Asam urat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">seledri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">inhibitor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ekstrak hidroetanol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Seledri merupakan tanaman obat yang diketahui mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase yang berperan dalam pembentukan asam urat. Prevalensi penyakit asam urat (gout) yang tinggi di Indonesia, yaitu 1,6-13,6% per seribu penduduk membuat penelitian tentang sifat penghambatan terbentuknya produk asam urat dalam tubuh sangat diperlukan. Tujuan: mengetahui nilai parameter kinetik enzim xantin oksidase dengan adanya penambahan ekstrak seledri. Metode: Ekstrak seledri dari daun dan batang diperoleh menggunakan metode soxhletasi dan pelarut hidroetanol. Penentuan parameter kinetik enzim dilakukan dengan metode grafik linear Lineweaver-Burk dan Langmuir. Hasil: Ekstrak hidroetanol daun seledri menunjukkan inhibisi terbaik sebesar 86.86% (konsentrasi 30%) dan ekstrak hidroetanol batang seledri menunjukkan inhibisi terbaik sebesar 87.71% (konsentrasi 40%). Penambahan ekstrak daun seledri pada enzim memberikan nilai Km sebesar 27.74 ppm dan Vmaks sebesar 3,55 U/mL pada metode grafik Lineweaver-Burk, sedangkan pada metode grafik Langmuir nilai Km mencapai 327.66 ppm dan Vmax sebesar 6.45 U/mL. Penambahan ekstrak batang seledri menghasilkan nilai Km sebesar 145.24 ppm dan Vmax sebesar 4,55 U/mL pada metode grafik Lineweaver-Burk, sementara pada metode grafik Langmuir nilai Km sebesar 321,09 ppm dan Vmaks sebesar 5.21 U/mL. Kesimpulan: Metode grafik Langmuir lebih sesuai digunakan untuk penentuan parameter kinetik dalam inhibisi enzim xantin oksidase oleh ekstrak seledri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 48-55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 48-55</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/237/179</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/238</identifier>
				<datestamp>2019-07-14T17:40:43Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FORMULASI ORALLY DISINTEGRATING TABLET SALBUTAMOL SULFAT MENGGUNAKAN PENGISI F-MELT, PEMANIS XYLITOL DAN SUPERDISINTEGRANT SISTEM EFFERVESCENT</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Sony Andika</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaiman, T.N Saifullah</dc:creator>
	<dc:creator>Herowati, Rina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">F-Melt</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">xylitol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Effervescent</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ODT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Salbutamol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: ODT merupakan sediaan yang didesain segera hancur pada saat kontak dengan air liur.Â  Salbutamol sulfat merupakan bronkodilator dalam pengobatan asma, yang bekerja selektif terhadap reseptor Î²2 adrenergik. Formulasi ODT dapat meningkatkan bioafailibilitas obatTujuan: mengoptimasi dan mengevaluasi pengaruh F-Melt, xylitol dan effervescent terhadap waktu pembasahan, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan obat yang terdisolusi pada menit ke 5 Metode: Metode simplex lattice design diaplikasikan untuk mengoptimasi orally disintegrating tablet salbutamol sulfat. Menggunakan variabel F-Melt, xylitol dan effervescent. Daerah optimum ditentukan superimposed countour plot dari kekerasan, waktu pembasahan, kerapuhan dan obat yang terdisolusi pada menit ke 5 Hasil:Hasil menunjukkan interaksi F-Melt dan xylitol menurunkan waktu pembasahan, mempercepat waktu hancur dan meningkatkan kualitas tekstur dan rasa. Interaksi xylitol dan effervescent mempercepat waktu pembasahan, menurunkan kekerasan, mempercepat waktu hancur. SimpulanFormula optimum yang didapat dengan kombinasi komposisi F-Melt 146,00 mg, xylitol 35,33 mg dan sistem effervescent 13,65 mg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 21-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 21-30</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/238/134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/240</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI KABUPATEN JEMBER TAHUN 2018</dc:title>
	<dc:creator>Wijayanti, Rossalina Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Amareta, Dahlia Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Alfiansyah, Gamasiano</dc:creator>
	<dc:creator>Nuraini, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Deharja, Atma</dc:creator>
	<dc:creator>Santi, Maya Weka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">AKI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jember</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Propinsi Jawa Timur yang pada tahun 2016 menempati peringkat dua untuk Angka Kematian Ibu tertinggi. Jumlah kematian ibu di Kabupaten Jember dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 sebanyak 43 kematian. Puskesmas memiliki peranan utama dan sangat vital dalam upaya penurunan AKI di Indonesia. Program-program kesehatan di Puskesmas yang difokuskan pada kegiatan preventif dan promotif dalam program Kesehatan Ibu dan Anak masih belum berjalan dengan maksimal. Tujuan: menyusun upaya untuk menurunkan AKI melalui pelaksanaan manajemen program kesehatan ibu di Puskesmas yang meliputi planning, organizing, actuating dan controlling. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan sampel berjumlah 34 Puskesmas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan planning dan organizing telah dilakukan namun dalam kategori cukup, actuating dan controlling dalam kategori baik. Terdapat pengaruh yang signifikan pada faktor organizing, actuating dan controlling terhadap AKI. Saran: Rekomendasi yang diberikan adalah mempertahankan kegiatan peningkatan cakupan ibu hamil dan ibu bersalin, melengkapai job description masing masing pekerjaan, meningkatkan keterlibatan lintas sektor pada kegiatan promosi, mempertahankan kegiatan controlling. Perlu keterlibatan seluruh pihak dalam menurunkan AKI.Kata kunci: manajemen, AKI, Jember</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/240</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.240</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 124-132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 124-132</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/240/204</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/243</identifier>
				<datestamp>2019-07-13T00:35:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS CEFAZOLINE DAN AMOXICILLIN PADA KASUS BEDAH SESAR DI RSUD JOMBANG TAHUN 2017</dc:title>
	<dc:creator>admaja, wika</dc:creator>
	<dc:creator>Herowati, Rina</dc:creator>
	<dc:creator>Andayani, Tri Murti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Analisis Efektivitas Cefazolin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Amoxicillin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Penggunaan antibiotik profilaksis ditujukan untuk mengurangi ILO. Penggunaan antibiotik profilaksis terbukti dapat mengurangi kejadian ILO dan dianjurkan untuk diberikan pada tindakan yang memiliki tingkat risiko infeksi yang tinggi. Antibiotik yang digunakan dalam seksio sesarea berdasarkan laporan ASHPÂ  adalah golongan penisilin dan sefalosporin generasi pertama (cefazolin). Tujuan: Mengetahui efektivitas biaya pada penggunaan antibiotik profilaksis amoxicillin dan cefazolin pada kasus bedah sesar di RSUD Jombang tahun2017. Metode: Desain penelitian cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif dengan perspektif Rumah Sakit. Hasil: Cefazolin memiliki nilai efektifitas yang lebih besar dan nilai ACER yang lebih kecil dari pada amoxicillin yaitu nilai efektivitas terapi 0,907 dengan nilai ACER Rp6.696.388.81 sedangkan amoxicillin 0,861 dengan nilai ACER Rp7.231.116.61. Simpulan: Antibiotik cefazolin lebih cost-effective dibandingkan dengan amoxicillin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/243</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.243</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 40-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 40-53</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/243/135</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/243/408</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/249</identifier>
				<datestamp>2021-05-10T20:46:20Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERENCANAAN OBAT DI PUSKESMAS CAMPUREJO  DAN PUSKESMAS KOTA WILAYAH SELATAN TAHUN 2015 DAN 2016 KOTA KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Seran, Krisogonus Ephrino</dc:creator>
	<dc:creator>Marhenta, Yogi Bhakti</dc:creator>
	<dc:creator>Cabadi, Jevi Madya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perencanaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">obat  Puskesmas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode  Konsumsi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Pusat Kesehatan Masyarakat harus menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang ditunjang oleh pelayanan kefarmasian yang bermutu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan obat di Pusat Kesekatan Masyarakat Campurejo dan Kota Wilayah Selatan tahun 2015 dan 2016. Metode: Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan secara retrospektif, metode perencanaan obat yangÂ  digunakan adalah konsumsi dan analisis ABC-VEN. Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil metode konsumsi, telah ditemukan hasil rencana kebutuhan obat terbesar di Pusat Kesehatan Masyarakat Campurejo tahun 2015 yaitu sebanyak 219.199 tablet (paracetamol 500mg) dan 189.754 tablet (paracetamol 500 mg) di tahun 2016. Kebutuhan obatÂ  terbesar di Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Wilayah Selatan tahun 2015 yaituÂ  sebanyak 101.830 tablet (paracetamol 500 mg) danÂ  sebanyak 96.393 tablet (klorfeniramin maleat 4 mg) di tahun 2016. Pada penelitian ke depannya diharapkanÂ  dapat melakukanÂ  perencanaan obat dengan metode kombinasi konsumsi dan morbiditas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.249</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 94-104</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 94-104</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/249/198</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/251</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EDUKASI TERHADAP SELF CARE BEHAVIOURS PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH DIABETES UBAYA</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Kumala Sari Poespita Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Setiasih, Setiasih</dc:creator>
	<dc:creator>Aditama, Lisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DSME</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyakit Kronis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Â Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga memerlukan manajemen pengelolaan mandiri untuk mencegah terjadinya komplikasi. â€œDiabetes self managemen educationâ€ merupakan elemen yang sangat penting dalam pengelolaan diabetes yang baik, yang dapat memfasilitasi pasien dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan perawatan diri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diabetes self managemen education terhadap peningkatan self-care pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-experimental satu kelompok dengan desain intervensi pretest-postest, analisis data secara deskriptif, dengan melibatkan 25 pasien DM tipe 2 selama periode Oktober-November 2018 di Rumah Diabetes Ubaya. Subjek diberikan edukasi DSME sebagai intervensi dan hasil utama yang diukur adalah perubahan self-care. Penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan self care subjek antara sebelum dan sesudah diberikan DSME. Pemberian DSME menyebabkan peningkatan signifikan (p&amp;lt;0,05) tingkat self care pasien diabetes. Saran penelitian berikutnya pengambilan sampel pada populasi yang lebih luas lagi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/251</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.251</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 131-139</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 131-139</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/251/243</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/254</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PENUNDAAN PEMBAYARAN KLAIM PADA SISTEM VEDIKA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Rohman, Hendra</dc:creator>
	<dc:creator>Wintolo, Aris</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Endang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pending claim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berkas rekam medis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BPJS kesehatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Sistem vedika merupakan sistem penyelasaian klaim yang dilakukan di kantor BPJS Rumah Sakit Nur Hidayah pada bulan Juli-Desember 2017. Di Rumah Sakit Nur Hidayah masih mengalami pending claim rawat inap sebanyak 165 berkas rekam medis. Tujuan: mengidentifikasi penyebab pending claim BPJS dengan sistem vedika di Rumah Sakit Nur Hidayah. Metode: Deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik total sampling. Rancangan penelitian dengan menggunakan studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan checklist observasi, pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil: Rumah Sakit Nur Hidayah mengalami pending claim rawat inap sebanyak 23 berkas setiap bulannya atau sebesar 7% dari seluruh berkas yang diajukan. Simpulan dan saran: Persentase jumlah pending claim pada sistem vedika BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Nur Hidayah mencapai 7% berkas yang dikembalikan. Faktor penyebabnya yaitu persentase ketidaktepatan pemberian coding 43%, ketidaklengkapan berkas 23% dan diagnosa tidak sesuai kriteria 34%. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan surat tugas pelatihan coding, melakukan pendekatan kepada DPJP dan melakukan sosialisasi kepada seluruh bagian yang terlibat langsung dalam menangani pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 72-83</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 72-83</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/254/226</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/255</identifier>
				<datestamp>2019-07-13T00:35:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MUCIN (ACHATINA FULICA) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN STABILITAS MUCIN GEL</dc:title>
	<dc:creator>Agustina, M.S., Apt., Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Shoviantari, Fenita</dc:creator>
	<dc:creator>Aditya, Dimas</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stabilitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mucin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Achatina fulica</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Lendir bekicot mengandung glycosaminoglycan yang dapat mepercepat penyembuhkan luka dan protein achasin sebagai antibakteri. Lendir bekicot dapat dibuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan gelÂ  mucin Achatina fulica dan melakukan evaluasi sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan gelÂ  mucin Achatina fulica dan melakukan evaluasi sediaan. Metode: Optimasi formula dilakukan dengan memvariasikan jumlah mucin A. fulica bekicot yang digunakan yaitu 9.5% (Formula 1), 10.5% (Formula 2), dan 11.5% (Formula 3). Formula dalam sediaan gel mucin bekicot meliputi HPMC (gelling agent), metil dan propil paraben (pengawet), mucin bekicot (zat aktif), gliserin (pelembab), parfum dan aquadest (pelarut). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi, uji daya sebar. Hasil: Sediaan yang dihasilkan homogen dan tidak mengalami perubahan warna dan konsistensi sediaan. pH sediaan yaitu 6,84 â€“ 7,68 dengan hasil uji iritasi negatif. Sediaan memiliki kemampuan sebar yaitu 5 â€“ 6,8. Simpulan: Mucin Achatina pada konsentrasi yang digunakan (9,5; 10,5; 11,5% tidak mempengaruhi kualitas fisik gel yang dihasilkan. Gel yang dihasilkan stabil selama masa simpan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/255</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i1.255</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 1 (2019); 31-39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 1 (2019); 31-39</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/255/133</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/256</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFIKASI FORTIFIKASI SEBAGAI DETERMINAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN BISKUIT SWEET POTATO ( Ipomoea batatas L.)</dc:title>
	<dc:creator>Pujiastutik, Yanuar Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Refina, Rosi Candra</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Winarno, Anggina Firdausi</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliana, Ellma Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anemia kehamilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hamil trimester III</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ubi jalar ungu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar Hb seseorang. Ibu hamil dikatakan mengalami anemia jika kadar Hb &amp;lt;110 g/l selama masa kehamilan. Dampak anemia bagi ibu hamil dapat menimbulkan komplikasi yang signifikan pada ibu hamil dan janin. Kadar hemoglobin yang rendah tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif pada ibu. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kadar hemoglobin selain suplementasi dan peningkatan pengetahuan, yaitu dengan pemanfaatan tanaman lokal sumber zat besi. Salah satu tanaman lokal sumber zat besi adalah ubi jalar ungu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biskuit sweet potato (ipomoeaÂ  batatas l.) terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experiment. Populasi penelitian ini sebanyak 10 responden. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: didapatkan nilai signifikansi Î± &amp;lt; 0,05 yaitu nilai Î± adalah 0,007. Kesimpulan: terdapat pengaruh biskuit ubi jalar terhadap peningkatan kadar Hb.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/256</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.256</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 69-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 69-77</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/256/193</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/259</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK KOMUNITAS DARI PERSPEKTIF TENAGA KEFARMASIAN</dc:title>
	<dc:creator>Prasetyo, Eko Yudha</dc:creator>
	<dc:creator>Ayu K, Dyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibiotik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tanpa resep</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tenaga farmasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Apotek komunitas merupakan sumber utama dalam mendapatkan antibiotik. Akses antibiotik tanpa resep di apotek komunitas adalah hal umum di berbagai negara termasuk di Indonesia. Meski regulasi di Indonesia melarang penjualan antibiotik tanpa resep, namun sebagaian besar realisasi dari peraturan itu belum sepenuhya ditegakkan di banyak wilayah. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisa faktor yang memepengaruhi penjualan antibiotik tanpa resep di apotek komunitas kota â€œXâ€ dari perspektif tenaga kefarmasian. Metode: Riset exploratory dilakukan dengan analisis data sekunder melalui review literatur untuk desain awal kuisioner dan Riset deskriptif dengan metode survei. Sampel adalah tenaga kefarmasian di apotek komunitas kota X dengan teknik sampling non-proprosional random sampling. Dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil: Penelitian melibatkan 41 responden. nilai Bartlet test of sphericity approx. chi-square sebesar 1.327 sig 0,000 (&amp;lt; 0.5). Hasil analisis faktor menunjukkan terbentuk 6 faktor dari 30 variabel dengan nilai Percent of Variance Keyakinan dan pengalaman (49.21%), Tekanan dari luar dan perilaku serupa (10.11%), Finansial (8.37%), Sikap (6.88%), Critical Sense (5.029%), Kelonggaran Hukum dan Sanksi (3.78%). Simpulan dan saran: Lima dari 6 faktor merupakan faktor internal diri responden. Upaya penggendalian fenomena ini dapat dimulai dari penerapan implementasi regulasi yang tegas dan komitmen tenaga kefarmasian dalam pengendalian resistensi antibiotik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/259</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.259</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 84-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 84-94</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/259/227</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/267</identifier>
				<datestamp>2021-05-09T22:22:10Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALGETIC ASSAY OF TREMBESI LEAVES  (Samanea saman (Jacq.) Merr.)</dc:title>
	<dc:creator>PERTIWI, KRISNA KHARISMA</dc:creator>
	<dc:creator>WAHYUNI, DWI</dc:creator>
	<dc:creator>HESTURINI, ROSA J</dc:creator>
	<dc:creator>LESTARI, AGUSTINA DWI</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trembesi leaves</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analgetic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mice</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) is a plant of the genus Samanea spread in tropical areainclude Indonesia. This plant have some chemical ingredients such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins,Â  and steroids or triterpenoids. Objective: To know the analgesic activity and the effective dose of ethanol extract of leaves of trembesiÂ  in white male mice (Mus musculus L.). Method: This research is experimental with Post-Test Only Control Group Design techniques. Analgesic activity test was performed by chemical induction method using acetic acid in vivo with a negative control treatment (CMC-Na 0,5%), a positive control (aspirin 500mg), dose of ethanol extract of trembesi 150, 300 and 600 mg/kgBB. Data were analyzed with Hendersoth and Forsaith equation to determine the amount of stretching by mice. Analysis by One Way ANOVA test and LSD test. Results: The results showed the analgesic power percent ethanol extract of trembesi leaves are respectively 16.6%, 45.8% and 69.6%. Conclusions: The dose of ethanol extract of trembesi leaves have analgesic activity with the most effective dose is 600 mg/kgBB is equivalent to 500mg of aspirin (p=0.560). </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/267</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 138-146</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 138-146</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/267/206</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/285</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEK PEMBERIAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizu) TERHADAP PERUBAHAN KADAR TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIBERIKAN DIET TINGGI LEMAK</dc:title>
	<dc:creator>werdiningsih, Wiwik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dyslipidemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah naga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trigliserida</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang : Dislipidemia merupakan abnormalitas profil lipid dalam serum, salah satunya adalah peningkatan kadar trigliserida serum. Kulit buah naga merah Â (Hylocereus polyrhizus) mengandung flavonoid, tanin, alakaloid steroid dan vitamin C dapat digunakan untuk memperbaiki profil lipid pada dislipidemia. Tujuan: Membuktikan bahwa pemberian kulit buah naga merah dapat memperbaiki trigliserida. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental murni, dengan menggunakan rancangan random post test only control grup desaign.menggunakan hewan coba sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar. Pengukuran kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Data dianalisis secara statistik dengan uji One Way Anova. Hasil: Rerata trigliserida hewan coba yang mendapat diet tinggi lemak dan freeze dried Â kulit buah naga merah selama 4 minggu mengalami penurunan rerata sebesar 13,50 mg/dl (dosis 0,72 g/200 g), 20,00 mg/dl(dosisi 1,08 g/200 g) dan 23,00 mg/dl (dosis 1,44 g/200 g). Pada uji varian Anova memperlihatkan bahwa kadar trigliserida berbeda secara signifikan antar kelompok (p &amp;gt; 0,05). Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa kulit buah naga merah dosis 1.44 gram dapat digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida pada tikus jantan dyslipidemia.Saran:Penelitian selanjutnya dapat dimungkinkan untuk memperbaiki profil lipid yang lain seperti kolesterol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.285</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 111-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 111-116</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/285/160</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/296</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI AKTIVITAS ANTIANEMIA EKSTRAK ETANOL DAN PERASAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma Longa Linn.) DITINJAU DARI PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN DAN ERITROSIT PADA TIKUS GALUR WISTAR DENGAN PENGINDUKASI NaNO2 SECARA IN VIVO</dc:title>
	<dc:creator>Prihardini, Prihardini</dc:creator>
	<dc:creator>Basuki, Dewy Resty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktivitas antianemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak etanol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rimpang kunyit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hemoglobin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">eritrosit.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Ekstrak etanol dan perasan rimpang kunyit mengandung senyawa polar yang berkhasiat sebagai anti anemia yang diteliti untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan eritrosit. Tujuan: uji aktivitas antianemia ekstrak etanol dan perasan kunyit yang ditinjau dari peningkatan kadar Hemoglobin dan Eritrosit pada tikus putih galur wistar. Metode: penelitian ini diawali pembuatan ekstrak etanol dan perasan rimpang kunyit, kemudian uji skrining fitokimia dan uji penegasan senyawa kurkuminod dengan metode KLT. Hasil : Didapatkan ekstrak etanolÂ  224,292 gram (22,49%) dan perasan rimpang kunyit 94,404 gram (47,202%). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol positif pada senyawa steroid, terpenoid, flavonoid, alkaloid, fenolik dan tanin. Sedangkan perasanÂ  rimpang kunyit mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, alkaloid dan fenolik. Kelompok perasan kunyit 200 mg/kg BB dan ekstrak etanol kunyit 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan hemoglobin dan eritrosit. Simpulan: Perasan kunyit dengan dosis 200 mg/kg BB dan ekstrak etanol kunyit dengan dosis 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin dan eritrosit pada uji aktivitas antianemia tikus galur Wistar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/296</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.296</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 117-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 117-127</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/296/161</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/297</identifier>
				<datestamp>2020-01-22T19:10:46Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN (OPEN DEFECATION FREE) ODF DI KABUPATEN MOJOKERTO</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Farida Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Putriani, Yeni Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Derajat Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesehatan Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buang air disembarang tempat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Derajat kesehatan masyarakat merupakan tolak ukur yang digunakan dalam pencapaian keberhasilan program dengan berbagai upaya berkesinambungan, terpadu dan lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kebijakan pembangunan di bidang kesehatan. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan salah satunya adalah lingkungan dimana upaya untuk memperbaiki lingkungan salah satunya adalah dengan adanya STBM. Indikator output STBM adalah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). Kabupaten Mojokerto memiliki program untuk meningkatkan akses sanitasi dasar dengan tidak buang air besar sembarangan. Tujuan: Mengetahui gambaran Desa ODF di Kabupaten Mojokerto. Metode: Studi literature. Hasil: Data akses sanitasi tahun 2018 Jawa Timur sebesar 87%, akses sanitasi tahun 2018 Kabupaten Mojokerto sebesar 77%. Data Desa ODF di Jawa Timur tahun 2018 sebesar 39,71%, data ODF di Kabupaten Mojokerto tahun 2018 sebesar 18,4%. Tahun 2019 Desa ODF di Kabupaten Mojokerto sabesar 20,39%. Simpulan: Upaya yang telah dilakukan oleh Kabupaten Mojokerto telah dapat meningkatkan desa ODF yang sebelumnya 18,4% menjadi 20,39%. Tahun 2019 terdapat 1 Kecamatan yang sudah 100% ODF (bebas buang air besar sembarangan).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/297</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v6i2.297</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 6 No. 2 (2019); 128-134</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 6 No 2 (2019); 128-134</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/297/162</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/301</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis F.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS WISTAR (Rattus novergicus)</dc:title>
	<dc:creator>Tri Prasongko, Erfan</dc:creator>
	<dc:creator>Lailiyah, Munifatul</dc:creator>
	<dc:creator>Muzayyidin, Wimma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun kedondong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">luka bakar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Kedondong memiliki banyak manfaat pada pengobatan borok, kulit perih, dan luka bakar. Tujuan: Menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis F.) terhadap pengobatan luka bakar. Metode: Uji kualitas sediaan gel yang di lakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji efektivitas gel dilakukan pada 5 kelompok perlakuan. Data dianalisa secara statistik menggunakan metode one way Anova dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil: Hasil analisa menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi gel ekstrak daun kedondong memberikan perbedaan yang bermakna terhadap pH dengan nilai sig 0,000 (&amp;lt; 0,05), daya sebar 0,007 (&amp;lt; 0,05), daya lekat 0,000 (&amp;lt; 0,05), dan uji efektivitas terhadap tikus putih didapatkan nilai sig 0,02 (&amp;lt; 0,05). Simpulan dan saran: Perbedaan konsentrasi ekstrak dalam gel tidak mempengaruhi uji organoleptis dan uji homogenitas sediaan. Gel ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis F.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar. Diperlukan pengujian stabilitas gel ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis F.).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 27-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 27-36</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/301/177</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/308</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ekstrak Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-SinensisL.) terhadap Jumlah Sel fibroblast dan Angiogenesis  pada Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi Tikus Putih (RattusNorvegicus)</dc:title>
	<dc:creator>Kusumastuti, Endah</dc:creator>
	<dc:creator>Deno, Restuti</dc:creator>
	<dc:creator>Baiq Y, Kusumawardani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak kembang sepatu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">jumlah sel fibroblast</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">angiogenesis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakangProses proliferasi ditandai dengan terbentuknya fibroblast dan angiogenesis. Salah satu tanaman yang berkhasiat untuk mempercepat penyembuhan luka adalah Â Kembang Sepatu. Tujuan penelitian ini untuk melihat jumlah fibroblast dan Â angiogenesis pasca pencabutan gigi yang diberi ekstrak Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). Metode penelitian dilakukan pada 52 tikus putih jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yakni kelompokÂ  kontrol (CMC) dan kelompok perlakuan (ekstrak mahkota Kembang Sepatu 25%, 50%,100%). Sebanyak 28 tikus dikorbankan pada hari ketiga, dan 24 tikus pada hari kelima, selanjutnya jaringan soket diambil dan diproses secara histologis dengan pewarnaan HE untuk mengamati jumlah fibroblast dan angiogenesis. Hasil analisis data dengan uji Annova Â didapatkan pada hari ke-3 p&amp;lt;0.05Â  dan hari ke-5 p&amp;lt;0,05 artinya ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan perlakuanÂ  Â Kesimpulan:Â  jumlah fibroblast dan angiogenesis pada kelompok perlakuan lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/308</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.308</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 1-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/308/195</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/309</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA AKUMULASI LOGAM DENGAN KADAR P53 PADA TEKNISI GIGI</dc:title>
	<dc:creator>Rohmaniar, Dila</dc:creator>
	<dc:creator>Asmarani, Yolanda Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Hari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akumulasi Logam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknisi Gigi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">P53</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:Â Teknisi gigi tidak dapat terhindar dari paparan berbagai agen fisik, kimia, dan biologis yang berasal dari lingkungan kerja. Paparan pada teknisi gigi dapat berupa debu atau asap yang berasal dari grinding saat pengolahan bahan restorasi gigi. Pada penelitian Haryani dkk, 2014 dilaporkan terdapat konsentrasi logam kobalt, nikel, kromium yang tinggi pada darahÂ  teknisi gigi di Surabaya yaitu kadar kobaltÂ  27 Âµg/L, nikel 37 Âµg/L, dan kromium 117 Âµg/L. Paparan logam dapat menyebabkan terbentuknya Reaktive Oxygen Species (ROS) dan menyebabkan terjadinya kerusakan DNA. Kerusakan khas yang terjadi pada P53 terjadi mutasi Guanine. Salah satu peran P53 yaituÂ  untuk proses perbaikan DNA. Tujuan: Â Untuk mengetahui hubungan antara akumulasi logam dengan kadar P53 pada teknisi gigi. Metode: Â Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 yang diambil secara acak. Data diambil melalui wawancara dan observasi. P53 diperiksa dari saliva dengan metodeindirect ELISA.Â  Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Nilai kemaknaan yaitu nilai p&amp;lt;0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Â Hasil:Tidak ada hubungan signifikan antara akumulasi logam dan P53 pada teknisi gigi. Simpulan dan saran: terdapat korelasi positif namun hubungan tersebut tidak signifikan antara lama bekerja dengan kadar P53 pada teknisi gigi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/309</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.309</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 20-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 20-26</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/309/165</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/340</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR RISIKO KEJADIAN KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUNTINYUAT</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Hairil</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Leprosy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">contact history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">occupancy density</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">personal hygiene</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: leprosy transmission is still a public health problem. In several regions in Indonesia the leprosy prevalence rate was still high and the problems caused were complex. Indramayu Regency was classified as a high endemic area of leprosy. This could be seen from the prevalence rate which reached 1.6 per 10,000 population. Data from the Indramayu Regency Health Office showed that in 2017 there were 257 cases of leprosy. Objective: the purpose of this study was to analyze the risk factors for leprosy in the working area of the Juntinyuat Health Center. Methods: this study applied observational analytic study with a case control approach. The number of samples was 60 consisting of 30 cases and 30 controls. The sampling technique was carried out with total sampling that fulfilled the sampling criteria, while the control sample was taken by accidental sampling. The data was processed using the chi-square test. Results: the contact history study (OR = 38.5; CI95%, 7.415-199.8 p = 0.000), occupancy density (OR = 3.50 95% CI, 1.112-11.017 p = 0.028), and personal hygiene (OR = 3.14; 95% CI, 1.066-9.267 p = 0.035). Conclusion: Â Therefore, in can be concluded that contact history, occupancy density, and personal hygiene were risk factors for leprosy in the working area of Juntinyuat Health Center.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/340</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 37-47</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 37-47</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/340/178</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/356</identifier>
				<datestamp>2020-08-12T01:13:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PIJAT BAYI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTOR IBU MELAKUKAN PIJAT BAYI 1-3 BULAN</dc:title>
	<dc:creator>Yanuarini, Triatmi Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Yani, Erna Rahma</dc:creator>
	<dc:creator>Farida, Adilla Yuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemampuan Psikomotor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Bayi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pijat bayi merupakan bentuk fisioterapi yang berpengaruh positif terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan balita selain pemberian makanan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap kemampuan psikomotor ibu melakukan pijat bayi usia 1-3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri.Metode penelitian pra-eksperimen (pre-eksperimental design), dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu dengan bayi usia 1-3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri sebanyak 34 responden. Sampel sebanyak 32 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist dan dianalisis menggunakan uji paired t test. Hasil pretest didapatkan keseluruhan responden (30 ibu) mempunyai kemampuan psikomotor kurang. Hasil posttest didapatkan sebagian besar responden (24 ibu) mempunyai kemampuan psikomotor baik 24. Hasil uji statistik diperoleh Ï value (Asimp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari taraf signifikansi (Î±) 0,05. H1 diterima yang berarti ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kemampuan psikomotor ibu melakukan pijat bayi usia 1-3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri. Sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan kepada ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan rasa ASIH dari ibu pada bayinya melalui praktek melakukan pijat bayi.Â Kata Kunci : Kemampuan Psikomotor, Pendidikan Kesehatan, Pijat Bayi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.356</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 62-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 62-68</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/356/413</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/356/192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/360</identifier>
				<datestamp>2020-09-20T23:51:08Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kepuasan Pasien dengan Loyalitas Pasien  di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Multia Ranum</dc:creator>
	<dc:creator>Ardiwirastuti, Illvana</dc:creator>
	<dc:creator>Harviandani, Berliana Septy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Pelayanan Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dimensi Loyalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dimensi Kepuasan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) IIK Bhakti Wiyata sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan menjadikan ukuran kepuasan pasien sebagai dasar penilaian kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien mempunyai peranan dalam membentuk loyalitas pasien, dimana pasien yang puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan RSGM akan cenderung loyal dan akan merekomendasikan pelayanan RSGM ke rekan lainnya.Â  Loyalitas pasien merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan pasien dalam menggunakan fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit. Besarnya kepuasan dan loyalitas pasien yang berkelanjutan akan menguntungkan RSGM dari segi finansial. Tujuan: Â Untuk mengetahui hubungan Â kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 91 orang dengan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner yang akan diisi responden. Analisis data menggunakan uji korelasi Â Spearman. Nilai kemaknaan yaitu nilai p&amp;lt;0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Hasil: Ada hubungan signifikan tingkat rendah antara kepuasan pasien dengan loyalitas pasien dalam berkunjung ke RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri, p= 0,001, r= 0,352. Simpulan dan saran: RSGM IIK Bhakti Wiyata diharapkan dapat menjaga mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan kelengkapan fasilitas. Jika kepuasan pasien terpenuhi, maka loyalitas pasien akan tetap terjaga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/360</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 56-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 56-61</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/360/183</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/375</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN BOOKLET  TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI SALAH SATU KLINIK DAERAH SIDAREJA</dc:title>
	<dc:creator>Indriastuti, Marlina</dc:creator>
	<dc:creator>R, Susan Sintia</dc:creator>
	<dc:creator>Shodiq, Muhammad Jafar</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Anna L</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraha, Davit</dc:creator>
	<dc:creator>Wahlanto, Panji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hypertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Medication adherence</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Booklet</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius. Pada tahun 2011 Badan Kesehatan Dunia menyebutkan 50%-70% pasien tidak patuh terhadap obat antihipertensi. Rendahnya kepatuhan minum obat akan menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol yang dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tahun 2015 WHO menyebutkan bahwa penduduk Indonesia dengan usia 18 tahun ke atas akan mengalami hipertensi sebesar 23,8%. Tujuan: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui booklet terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan one group pre/post test. Penelitian dilakukan terhadap satu kelompok responden, kemudian diberikan intervensi edukasi media booklet dan diukur kembali. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Hasil: Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan Â perubahan signifikan terhadap tingkat kepatuhan pasien hipertensi sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan booklet (p&amp;lt;0,05). Â Simpulan dan Saran : Pemberian booklet pada pasien hipertensi sebagai edukasi dapat meningkatan kepatuhan minum obat di salah satu klinik di Sidareja. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada kepatuhan pasien Hipertensi dengan cara edukasi yang berbeda dan cakupan area yang lebih luas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/375</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.375</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 1-7</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/375/210</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/376</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INHIBITION TEST OF CUCUMBERâ€™S WATER (Cucumis Sativus L) ON THE GROWTH STHAPYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA WITH DISK CAKRAM METHOD</dc:title>
	<dc:creator>wahlanto, panji</dc:creator>
	<dc:creator>indriastuti, marlina</dc:creator>
	<dc:creator>karningsih, desi</dc:creator>
	<dc:creator>yusuf, anna lesmana</dc:creator>
	<dc:creator>nugraha, davit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Science</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drugs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Natural Materials</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Backgrund : Staphylococous aureus infection can cause serious and life-threatening illness if it enters the bloodstream, for example meningitis, endocarditis, and species. Staphylococcus aureus is a very serious problem because of the increased resistance of these bacteria to various types of antibiotics, due to their Â inappropriate use. So we need a natural alternative therapy as an antibiotic using cucumber juice. Objectives : The study aims to determine the inhibition of cucumber juice at various concentrations on the growth of Sthapylococcus Aureus. MethodsÂ  : Test method for antibacterial inhibition using concentrations of 40%, 60%,80% and using positive control and negative control. Results : Â Â in general cucumber juice have moderate inhibitory ability on the growth of Staphylococcus aureus bacteria, and the most effective concentration is 80%. Conclusions and suggestions : Systemic infection of Staphylococcus aureus cannot be described with the profile of this study, need another research profile that can explain it.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 105-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 105-109</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/376/414</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/376/199</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/379</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ACTIVITY TEST OF ALOE VERA PEEL EXTRACT (ALOE VERA) GEL WITH RABBITâ€™S (Orycctolagus Cuniculus) COMBUSTIO (MINOR BURNS)</dc:title>
	<dc:creator>Yusuf, Anna Lesmanasari</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraha, Davit</dc:creator>
	<dc:creator>Wahlanto, Panji</dc:creator>
	<dc:creator>Indriastuti, Marlina</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Nina Indri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Combustio (Minor Burns)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Healing Combustio (minor burns)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel Aloe Vera Peel.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: Aloe vera skin plants contain lots of flavonoids, tannins, saponins, polyphenols and steroids. Aloe vera is known to be efficacious as boils, bruised skin, chapped, blisters, hair loss, hemorrhoids, sore throat and can treat conbustio. Sticky material found in the of aloe vera peel can prevent infection in burns. Sticky material found in the skin of aloe vera can prevent infection in combustio. In the past, the use of aloe vera peel as a medicine for combustio is by applying a slimy leaf to the wound until the mucus covers the entire wound. Â Aloe vera peelÂ  to heal combustio can be facilitated by making dosage forms such as gel. Gel is usually used as a drug for the topical . ObjectivesÂ  This study aims to determine the effect of aloe vera peel extract gel on healing combustio (minor burn) in rabbits. MethodsÂ  This research is an experimental laboratory study, tested on rabbit combustio(minor burn). Results: Â Â Healing combustio formulation of aloe vera peel extract 5% as much as 90%, the formulation of aloe vera extract 10% as much as 93.3% and the formulation of aloe vera peel extract 15% as much as 86.7%. Conclusions and suggestions: : Â Aloe vera peel extract gel formulation with 5%, 10% and 15% concentration can accelerate the drying of combustio (minor burns). It is recommended to test with other dosage forms such as ointments, lotion or creams.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/379</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.379</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 133-137</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 133-137</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/379/205</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/387</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KADAR KURKUMIN EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica)  SECARA KLT DENSITOMETRI DENGAN PERBEDAAN  METODE EKSTRAKSI</dc:title>
	<dc:creator>Suharsanti, Ririn</dc:creator>
	<dc:creator>Astutiningsih, Christina</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Novy Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kunyit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kurkumin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KLT densitometri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:Â Senyawa kurkuminoid terdiri dari kurkumin, desmetoksi kurkumin dan bisdemetoksi kurkumin.Â Cara ekstraksi sangat mempengaruhi konsentrasi atau hilangnya efek terapi dari simplisia karena beberapa simplisia bersifat relatif stabil dan juga dapat terurai tergantung dari cara ekstraksi yang digunakan. Tujuan:Â Menetapkan kadar senyawa kurkumin dengan perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi.Â Metode: Serbuk rimpang kunyit diekstraksi dengan 2 cara yakni maserasi dan sokletasi. Dua sampel ekstrak tersebut dianalisis kualitatif dengan KLT menggunakan fase gerak kloroform : metanol 9,5:0,5 dan dideteksi pada sinar tampak dan sinar UV. Penetapan kadar kurkumin dilakukan pada panjang gelombang 254 nm dengan KLT densitometer. Hasil:Â Rendmen ekstrak hasil ekstraksi maserasi adalah 16,25% danÂ  22,36% untuk sokletasi. Hasil skrining fitokimia kedua sampel mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan triterpenoid. Kadar kurkumin hasil maserasi 41,11Âµg/ml dan sokletasi 41,33 Âµg/ml. Hasil uji t diperoleh signifikansi 0,445&amp;lt;0,05.Â Simpulan:Â Kadar kurkumin hasil sokletasi lebih banyak dibanding maserasi namun tidak terdapat perbedaan yang antara keduanya setelah di uji t.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/387</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 86-93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 86-93</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/387/197</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/388</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGUJIAN KARAKTER NANOPARTIKEL METODE GELASI IONIK EKSTRAK DAN TABLET DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.)</dc:title>
	<dc:creator>Wirasti, Wirasti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmatullah, St.</dc:creator>
	<dc:creator>Slamet, Slamet</dc:creator>
	<dc:creator>Permadi, Yulian Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Agmarina, Siti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun afrika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nanopartikel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gelasi ionik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tablet</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang:Â Ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del) adalah sediaan kering, kental, cair dengan menyari simplisia daun afrika menurut cara yang cocok diluar pengaruh cahaya langsung.Nanopartikel adalah partikel berukuran 10-1000 nanometer berguna untuk memodifikasi sistem penghantaran obat sehingga dapat memperbaiki absorbsi suatu senyawa makromolekul. Pembuatan bentuk nanopartikel diharapkan meningkatkan bioavailabilitas sediaan khususnya tablet ekstrak etanol daun afrika. Tujuan: menguji karakter nanopartikelÂ  ekstrakÂ  dan tablet nanopartikel ekstrak daun afrika yang dibuat menggunakan metode gelasi ionik. Metode: Pembuatan Nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik, sedangkan karakterisasi nanopartikel dan tablet Â ekstrak etanol Daun AfrikaÂ  menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui ukuran partikelÂ dan potensial zeta. Hasil:Â  Â karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del)Â  menghasilkan data yaitu ukuran partikel 111,3 nm, indeks polidipersitas 0,241 dan zeta potensial -1,6 mV, sedangkan karakterisasi tablet nanopartikelÂ  menghasilkan ukuran partikel 245,3 nm, indeks olidipersitas 0,286 dan zeta potensial -1,6 mV. Simpulan: nanopartikel ekstrak dan tablet daun afrika Â memenuhiÂ karakteristik nanopartikel.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.388</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 147-151</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 147-151</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/388/415</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/388/245</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/392</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)</dc:title>
	<dc:creator>Pramiastuti, Oktariani</dc:creator>
	<dc:creator>Solikhati, Devi Ika Kurnianingtyas</dc:creator>
	<dc:creator>Suryani, Aprilia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, fenolik, dan steroid/triterpenoid. Kandungan metabolit sekunder tersebut diyakini memiliki ativitas antioksidan atau anti radikal bebas. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi-fraksi umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode: Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diekstraksi dengan cara panas yaitu metode infundasi kemudian difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, etil asetat, dan n-heksan. Penetapan aktivitas antioksidan dengan metode peredaman DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) diukur serapannya pada panjang gelombang 516,5 nm. Konsentrasi sampel yang digunakan yaitu 10 ppm, 30 ppm, 50 ppm, 70 ppm, dan 90 ppm. Hasil: Â pengukuran aktivitas antioksidan fraksi-fraksi umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) masing-masing menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik dengan nilai IC50 (inhibition concentration) dari fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan secara berturut-turut yaitu 96,24Â±3,754 ppm; 26,98Â±0,507 ppm; dan 10,7Â±0,681 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/392</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.392</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 55-66</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 55-66</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/392/224</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/400</identifier>
				<datestamp>2021-05-09T21:12:23Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI IRITASI GEL LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) SECARA HISTOPATOLOGI</dc:title>
	<dc:creator>Fajriyah, Shofiatul</dc:creator>
	<dc:creator>Shoviantari, Fenita</dc:creator>
	<dc:creator>Nurkayati, Binti</dc:creator>
	<dc:creator>Khairani, Shafia</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Lia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tikus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hematoxylin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">eosin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Lendir bekicot (Acahtina fulica) mengandung glikokonjugat kompleks yaitu glikosaminoglikan dan proteoglikan yang memiliki banyak fungsi diantaranya dapat menyembuhkan luka. Salah satu syarat sediaan topikal yang baik adalah tidak mengiritasi kulit. Sediaan topikal yang mengiritasi kulit justru akan memperparah kondisi pada kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji mutu fisik dan efek iritasi dalam sediaan gel dari perbedaan konsentrasi lendir bekicot. Metode: Lendir bekicot diformulasikan dalam bentuk sediaan gel menggunakan gelling agent karbopol 940 dengan perbedaan konsentrasi dari lendir bekicot 10%, 15%, dan 20%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh mutu fisik sediaan gel dengan perbendaan konsentrasi lendir bekicot. Hasil uji iritasi secara mikroskopis dari skor indeks pada preparat histologi kulit tikus jantan yang diwarnai dengan Hematoxillyn eosin menghasilkan bahwa sediaan gel pada formula 1 dan 2 sedikit mengiritasi serta pada formulasi 3 menghasilkan sediaan gel dengan iritasi sedang. Simpulan: dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi lendir bekicotengan rentang 10 â€“ 20% tidak mempengaruhi hasil uji mutu fisik dan penggunaan lendir bekicot sampai dengan kadar 15% aman digunakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/400</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.400</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 147-156</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 147-156</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/400/207</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/401</identifier>
				<datestamp>2020-08-23T20:05:00Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EKSTRAK TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA SECARA IN VITRO</dc:title>
	<dc:creator>Sholeh, Mohammad Akbaruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Isradji, Israhnanto</dc:creator>
	<dc:creator>Oktaviyanti, Deny Prima</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Dina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fertilisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keluarga Berencana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang diduga mengandung senyawa glikoalkaloid berupa solasodin yang diduga dapat menurunkan kualitas spermatozoa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak terung ungu (Solanum melongena L.) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa secara in vitro. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test control group design ini menggunakan sampel semen yang diperoleh dari pria sehat usia 25-35 th berjumlah 10 orang dengan kriteria jumlah sperma minimal 20 juta/ml dan volume semen minimal 2 ml yang dibagi menjadi 4 kelompok, KK (kelompok kontrol), KP1 (ekstrak terung ungu 2%), KP2 (ekstrak terung ungu 4%) dan KP3 (ekstrak terung ungu 8%). Pemeriksaan motilitas dan viabilitas spermatozoa diperiksa menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x. Hasil: penelitian ini didapat rerata motilitas spermatozoa KK=82,16; KP1=39,33; KP2=23,83; K-P3=7,16 dan rerata viabiltas spermatozoa KK=79,50; KP1=26,83; KP2=15,67; KP3=9,00. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova, hasilnya terdapat perbedaan kualitas spermatozoa antar berbagai kelompok (p&amp;lt;0,05), kemudian data dianalisis dengan uji Post Hoc menunjukan ada perbedaan signifikan antar kelompok(p&amp;lt;0,05). Kesimpulan: Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak terung ungu dapat menurunkan motilitas dan viabilitas spermatozoa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/401</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i1.401</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 78-85</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2020); 78-85</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/401/416</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/401/194</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/402</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFICATION OF BREATHING FREQUENCY IN PREDICTING MORTALITY OF HEAD INJURY PATIENTS</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Ika</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyawan, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Respiratory Rate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mortality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Head Injury</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background : Head injury was the highest prevalence of trauma and was one of the main causes of death and disability. Head injury patients often experience increased respiratory rate. Head injury patients with fast respiratory rate had a worse prognosis. The occurrence of hyperventilation could be caused by intracranial disorders. Hyperventilation that occurs due to increased intracranial pressure on head injury could be fatal. A poor prognosis in head injury patients can also occur when the respiratory rate is less than 10 times per minute due to decreased perfusion to the brain and decreased oxygenation (Oertel, et al, 2002). Objective : Â This study aim to determine whether the respiratory rate can predict the mortality of head injury patients. Methods : The research design used was cross sectional. The sampling technique used was accidental sampling with a total sample of 30 respondents. The measuring instrument used was an observation sheet. Result : The results of the analysis using the Spearman rho test showed a significance value of 0,000, which means there is a relationship between respiratory rate and mortality of head injury patients. Head injury patients who experience increased respiratory rate, then the mortality will increase. Conclusion : Based on the explanation above, can be concluded that the respiratory rate can be used to predict the mortality of head injury patients.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/402</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 171-176</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 171-176</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/402/209</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/408</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BATANG BAKAU HITAM ( Rhizophora mucronata(Lamk.)) DARI  PANTAI TIMUR SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Mahmiah, Mahmiah</dc:creator>
	<dc:creator>Sudjarwo, Giftania Wardani</dc:creator>
	<dc:creator>Andriyani, Febby</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksi etil asetat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kulit batang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rhizophora mucronata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pantai Timur Surabaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Â Wilayah laut Indonesia yang luas dengan garis pantai yang panjang menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang ada disekitar laut terutama potensi hutan mangrove. Mangrove merupakan tumbuhan halofilik yang memiliki karakteristik mampu menangani perubahan salinitas garam yang tinggi dan hipoksia pada air laut. Selama ini antioksidan yang berasal dari alam digunakan dari bahan yang ada di daratan dan pemanfaatan dari laut masih kurang. Hal ini yang mendorong untuk mengembangkan penelitian terhadap salah satu tumbuhan mangrove Rhizophora mucronata yang hidup di wilayah pesisir Pantai Timur Surabaya terhadap potensinya sebagai antioksidan. Tujuan: menentukan aktivitas antioksidan fraksi etil astetat kulit batang mangrove Rhizophora mucronata. Metode: ekstraksi dengan maserasi, fraksinasi dan uji aktivitas antioksidannya dengan TLC autograph dan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydrazyl). Font huruf yang digunakan adalah Times New Roman ukuran 10, tegak (Bahasa Indonesia). Hasil: aktivitas antioksidan secara kualitatif dengan TLC autografi terdapat noda berwarna kuning menandakan positif antioksidan dengan nilai IC50fraksi etil asetat kulit batang R. mucronata sebesar 577,145 ppm. Simpulan dan saran: fraksi etil asetat kulit batang mangrove Rhizophora mucronata aktif sebagai antioksidan. Penelitian dapat dilanjutkan pada tahapan isolasi dan identifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/408</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.408</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 47-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 47-54</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/408/223</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/416</identifier>
				<datestamp>2021-01-08T22:47:51Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOL DARI DAUN SRIKAYA (Annona squamosal L) SERTA AKTIVITAS SEBAGAI ANTIOKSIDAN</dc:title>
	<dc:creator>Werdiningsih, Wiwik</dc:creator>
	<dc:creator>zahro, Assolychatu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang : Asap rokok dan asap kendaraan bermotor dapatÂ  menyebabkan pencemaran udara. Apabila berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan penyakit degenerative. Kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh dapat diatasi oleh antioksidan. Daun srikaya mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, glikosida, alkaloid, saponin, tanin. Tujuan: menetapkan kadar flavonoid dan fenol dari daun srikaya yang diekstrak serta aktivitas antioksidan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan screening fitokimia, penentuan kadarÂ  flavonoid total dan uji aktifitas antioksidan daun srikaya dengan metode DPPH. Hasil: Daun srikaya 1 kg dengan pelarut etanol menghasilkan ekstrak dengan rendemen 29.312 g. Skrining fitokimia positif jika mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid dan tanin. Kadar senyawa fenolik dan flavonoid sebesar 1.43 Î¼g GAE/mg dan 0.0317 Î¼g QE/mg, sedangkan nilai IC50 sebesar 60.437 ppm. Kesimpulan: Penelitian iniÂ  menunjukkan bahwa semakin besar kadar fenolik dan flavonoid total pada daun srikaya maka akan semakin tinggi aktivitas antioksidannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/416</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v7i2.416</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 156-170</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 7, No 2 (2020); 156-170</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/416/208</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/419</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PARENTING STYLE DENGAN KEMANDIRIAN ANAK PADA  USIA 4-5 TAHUN</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Esty Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Fritria Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">parenting style</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">children</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang Fenomena yang terjadi di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya terlihat orang tua masih mengambil alih aktivitas yang seharusnya dilakukan oleh anaknya, seperti membawa tas kesekolah dan melepaskan sepatu. Seharusnya anak umur 3-6 tahun sudah bisa berkembang kemampuan kemandiriannya. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara parenting style dengan kemandirian anak pada usia 4-5 tahun di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya. Metode: Desain Penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh orang tua yang mempunyai anak usia 4-5 tahun berjumlah 45 responden, besar sampel sebesar 40 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang disampaikan melalui google form. Pengolahan data melalui editing, scoring, coding, processing, cleaning, dan tabulating. Selanjutnya dilakukan analisis uji Spearmanâ€™s rho dengan tingkat signifikansi Î± = 0,05 Hasil: Hasil penelitian dari 40 responden sebagian besar (57.5 %) responden menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar (52.5 %) anak kurang mandiri. Dari 23 responden yang menerapkan pola asuh demokratis, sebagian besar (73.9 %) anak kurang mandiri. Hasil menggunakan uji Spearmanâ€™s rho dengan tingkat kemaknaan Î± = 0,05 didapatkan bahwa Ï=0,006 yang berarti ada hubungan parenting style dengan kemandirian anak pada usia 4-5 tahun di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya. SimpulanÂ  dan Saran Setiap pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Semakin orang tua menerapkan parenting style yang baik maka anak akan lebih mandiri. Diharapkan peneliti bisa dijadikan referensi dan bisa dihubungkan dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi parenting style.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/419</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.419</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 67-71</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 67-71</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/419/225</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/421</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SKRINING FITOKIMIA DAN UJI POTENSI BIJI SORGUM (Sorgum bicolor  L. Moench) SEBAGAI SERAT SECARA IN VITRO</dc:title>
	<dc:creator>Agustina, Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliati, Ninis</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavianasari S.Farm., Finda</dc:creator>
	<dc:creator>Ranumsari, Multia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sorgum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">metabolit sekunder</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dietary fiber</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Â Sorgum merupakan salah satu sumber pangan potensial yang mengandung metabolit primer berupa karbohidrat, protein dan serat. Tujuan: Â Mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada sorgum dan uji aktivitas serat dari sampel biji sorgum dengan dan tanpa pericarp. Metode: Kandungan metabolit sekunder dianalisa menggunakan metode analisa kualitatif berdasarkan perubahan warna atau timbulnya endapan setelah penambahan reagen spesifik. Aktivitas serat diuji dengan kemampuan serat mengikat air, menahan air dan mengikat lemak. Hasil: Skrining fitokimia menunjukkan bahwa sorgum mengandung alkaloid, polifenol dan steroid-triterpenoid. Sorgum memiliki kemampuan menahan dan mengikat air, mengembang dan mengikat minyak yang lebih tinggi dari pembanding. Sorgum dengan pericarp menunjukkan potensi serat yang lebih baik dari sorgum dengan pericarp. Simpulan: Sorgum mengandung beberapa metabolit sekunder dan menunjukkan kemampuan yang lebih baik sebagai sumber serat dibandingkan kontrol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/421</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 35-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 35-46</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/421/221</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/422</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daya Antibakteri  Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocerus Polyrhizus)  Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis  Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Ernita</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawan, Dzanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Sahara, Meita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocerus polyrhizus)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Enterococus faecalis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang:Â  Enterococcus faecalis adalah salah satu penyebab penyakit dalam rongga mulut, seperti karies dan infeksi endodontilk. Resistensi terhadap antibiotik untuk mengontrol infeksi semakin meningkat, sehingga diperlukan bahan alternatif yang memiliki daya antibakteri yang berasal dari alam. Buah Naga Merah adalah jenis tumbuhan yang banyak tersedia di seluruh daerah di Indonesia. Kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) diketahui memiliki beberapa kandungan zat aktif yang bersifat antibakteri, seperti terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya daya antibakteri ekstrak kulit buah Naga Merah terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) juga ditentukan. Metode: jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan post-test only control group design. Sampel penelitian adalah ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%,Â  3,12%, 1,56%, dan 0,78% serta kelompok kontrol positif dan kontrol negatif. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat daya antibakteri ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) dapat menghambat pertumbuhan koloni Enterococcus faecalis pada konsentrasi 1,56% (KHM), dan dapat membunuh Enterococcus faecalis pada konsentrasi 3,12% (KBM). Simpulan dan Saran: Ekstrak kulit buah Naga merah (Hylocerus polyrhizus) mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk mencari konsentrasi yang akurat ekstrak kulit buah Naga merah (Hylocerus polyrhizus) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis pada rentang konsentrasi 1,56% sampai 3,12%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/422</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.422</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 95-102</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 95-102</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/422/228</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/425</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI HIDROGEL EKSTRAK ETANOLIK DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta Jamaicensis [L.] Vahl) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM PADA Rattus Novergicus GALUR WISTAR</dc:title>
	<dc:creator>Octasari, Paulina Maya</dc:creator>
	<dc:creator>Ramayani, Septiana Laksmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrofag</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">leukosit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes mellitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Â Terapi utama pada ulkus diabetikum adalah perawatan luka dan pemberian antibakteri. Senyawa fenolik dan flavonoid bersifat antibakteri yang terdapat pada tanaman. Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl) memiliki senyawa tersebut. Tujuan: Â Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hidrogel ekstrak daun pecut kuda (EEDPK) terhadap proses penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus. Metode: Â Pembuatan hidrogel EEDPKÂ  menggunakan bahan HPMC, propilenglikol dan metil paraben dengan Â konsentrasi ekstrak sebesar 1%, 3%, dan 5%. Dilakukan penetuan kadar total fenolik dan flavonoid. Tikus diolesi povidon iodine, basis hidrogel, EEDPK 1%, 3%, dan 5% pada ulkus diabetikum pada hari ke-7 hingga ke-21. Proses penyembuhan luka dilihat dengan pemeriksaan leukosit dan makrofag pada hari ke-3, 7, 14, 21. Analisis data menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan Post Hoc (taraf kepercayaanÂ  95%).Â  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogel EEDPK mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Semakin tinggi konsentrasi EEDPK memiliki kandungan senyawa yang semakin besar. Semua tikus mengalami penyembuhan luka selama 21 hari. Semua sediaan dapat menurunkan kadar leukosit dan makrofag secara signifikan terhadap kontrol negatif (p&amp;lt;0.05) Simpulan dan saran: Â Hidrogel EEDPK dapat menurunkan kadar leukosit dan makrofag pada hari ke-21.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-02-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/425</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.425</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 23-34</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 23-34</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/425/211</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/427</identifier>
				<datestamp>2021-06-07T21:08:06Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KLASTERISASI PASIEN BPJS DENGAN METODE K-MEANS CLUSTERING GUNA MENUNJANG PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT ANWAR MEDIKA  BALONG BENDO SIDOARJO</dc:title>
	<dc:creator>Ali, Amir</dc:creator>
	<dc:creator>Masyfufah, Lilis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SIRS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Database</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Data Mining</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">K-Means</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BPJS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Manajemen RS Anwar Medika mengalami kesulitan dengan tumpukan data di dalam database sehingga database kurang optimalkan dalam penggunaannya. Tujuan: Menemukan informasi baru dari data rekam medis Â rawat inap pasien BPJS. Metode: Penelitian ini merupakan diskriptif kuantittif. Data didapatkan dengan melakukan pengelompokkan data dengan metode teknik data mining dengan menggunakan algoritma K-Means. Hasil: Menghasilkan 3 cluster; cluster 1 terdiri dari 91 pasien perempuan (51%), cluster 2 terdiri dari 26 pasien perempuan (14%), dan cluster 3 terdiri dari 63 pasien laki-laki (35%). Kecamatan asal pasien yang terbanyak berasal dari Krian dan Balongbendo. Diagnosis yang banyak diderita adalah Born in Hospital, Diarrgoea, dan Hemorrhagic. Kesimpulan: Banyak pasien BPJS didiagnosis dengan kode ICD X Z38.0, A09+E86, dan A91, sehingga bisa digunakan untuk penentuan anggaran rumah sakit. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan kolaborasi dengan metode clustering hierarki agar didapatkan hasil pengelompokan data yang lebih baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/427</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i1.427</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 8-22</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 1 (2021); 8-22</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/427/212</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/446</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KUNYIT (Curcuma longa linn.) DAN COKLAT (Theobroma cacao) SEBAGAI KANDIDAT ANTIDEPRESAN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR</dc:title>
	<dc:creator>Khanifah, Farach</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Evi Puspita</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, Awaluddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak etanol kunyit coklat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidepresan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:Depresi merupakan penyakit psikologi yang sering terjadi pada manusia. Penggunaan obat antidepresan memiliki efek samping dan dapat menimbulkan ketergantungan. Coklat dapat meningkat hormon dopamin dan serotonin sehingga dapat memperbaiki suasana hati. Kunyit memiliki senyawa aktif kurkumin yang memiliki aktivitas antidepresan melalui modulasi pelepasan serotonin dan dopamin.Tujuan :Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak etanol kunyit, ekstrak etanol coklat dan kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat sebagai antidepresan pada tikus Rattus norvegicus galur wistar. Metode:Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post test control group desaign yang menggunakan 25 ekor tikus dan Â dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak etanol kunyit, ekstrak etanol coklat serta kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat. Pengujian antidepresan ditentukan berdasarkan immobility time menggunakan metode swim Forced Test. Hasil pengamatan berupa immobility time dianalisa data dengan one way ANOVA. Hasil: kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat memiliki nilai rata-rata immobility time yang lebih kecil jika dibandingkan ekstrak etanol coklat dan ekstrak etanol kunyit dan kontrol negatif. Kesimpulan : ekstrak etanol kunyit dosis 560 mg/kgBB dan ekstrak etanol coklat dosis 0,392mg/20gBB memiliki efek antidepresan. Efek antidepresan kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat lebih signifikan dibandingkan sediaan tunggalnya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/446</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.446</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 103-110</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 103-110</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/446/239</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/448</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI ACE INHIBITOR LISINOPRIL TERHADAP KEJADIAN BATUK KERING PADA PASIEN HIPERTENSI DI KOMUNITAS GEREJA DI KABUPATEN MALANG</dc:title>
	<dc:creator>Sitepu, Rehmadanta</dc:creator>
	<dc:creator>Sefiana, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, F.X. Haryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ACE inhibitor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lisinopril</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">batuk kering</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Lisinopril adalah obat antihipertensi dari golongan obat angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEi) yang dapat memiliki efek samping batuk kering. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan menilai resiko pada penggunaan obat golongan ACE inhibitor yang menimbulkan batuk kering pada pasien hipertensi di lingkup gereja. Metode: Desain penelitian ini analitic case control. Kriteria inklusi adalah pasien hipertensi yang menggunakan obat golongan ACE inhibitor &amp;gt;3 bulan, rentang umur 35-60. Subjek terdiri dari 49 pasien yang menggunakan Lisinopril (ACE inhibitor) dan 49 pasien yang tidak menggunakan Lisinopril (Non-ACE inhibitor) yang diambil secara nonprobability sampling pada bulan April-Mei 2020. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner. Kejadian batuk kering akibat dievaluasi menggunakan Algoritma Naranjo. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Simpulan dan saran: Hasil menunjukkan penggunaan ACE inhibitor memiliki hubungan yang bermakna pada faktor usia, pekerjaan, dan riwayat merokok. Responden dengan usia 46-50 tahun dan Ibu rumah tanggaÂ  memiliki resiko kejadian batuk kering lebih kecil 0,8 (p= 0,035, 95%; CI= 0,004-0,817) dan 2,78 (p= 0,016, 95%; CI= 1,51-57,65) kali dibandingkan dengan responden Non ACE inhibitor. Sedangkan responden dengan riwayat tidak merokok memiliki resiko kejadian batuk kering empat kali lebih besar pada pengobatan dengan ACE inhibitor (p= 0,043, 95%; CI= 1,00-8,00).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/448</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.448</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 152-163</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 152-163</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/448/246</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/454</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENATALAKSANAAN KASUS PURPURA HENOCH-SCHÃ–NLEIN PADA ANAK</dc:title>
	<dc:creator>Alfarra, Yuzza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Purpura Henoch-SchÃ¶nlein</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">purpura palpabel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri abdomen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">metil prednisolon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang : Purpura Henoch-SchÃ¶nlein (PHS) merupakan vaskulitis pembuluh darah kecil di kulit yang disebabkan oleh kelainan imunologik, disertai keterlibatan sendi, ginjal, saluran gastrointestinal, dan sistem organ lain. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk melaporkan penanganan yang telah dilakukan terhadap kasus PHS pada anak agar dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pengambilan keputusan pada kasus yang sama. Metode: Penelitian studi kasus ini merupakan kajian mendalam terhadap pasien anak laki-laki 11 tahun, dengan purpura palpabel eritematosa pada kedua lengan, tungkai dan pantat, di tempat adanya purpura tidak hilang dengan penekanan. Hasil: Diagnosis PHS ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan histopatologik. Diagnosis ini memenuhi 4 dari 5 kriteria dari American College of Rheumatology tahun 1990, yaitu: purpura palpabel, nyeri abdomen dengan atau tanpa hematokesia, hasil biopsi berupa vaskulitis lekositoklastik, dan awitan usia 20 tahun atau kurang. Pengobatan dengan metil prednisolon 20 mg selama 7 hari memberikan perbaikan. Prognosis pada penderita ini quo ad vitam ad bonam, quo ad sanam dubia ad bonam dan quo ad kosmetikam ad bonam. Simpulan: Pengobatan dengan menggunakan metilprednisolon 20mg dapat memberikan perbaikan pada kasus PHS pada anak. Penurunan bertahap dosis metilprednisolon selama dua minggu menunjukkan penyembuhan secara klinis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 164-173</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 164-173</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/454/247</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/465</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI EKSTRAK BATANG TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina) SEBAGAI ANTIBAKTERIA ALAMI SECARA IN VITRO</dc:title>
	<dc:creator>Hartanti, Dyah Ayu Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Farida, Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Exstraction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balsamica plants</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stapylococcus aerus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak batang tanaman pacar airÂ (Impatiens balsamina)Â sebagai antibakteria alami secara in vitro. Batang tanaman pacar air memiliki kandungan antibakteri, antara lain naftakuinon, kaempferol dan kuersetin, alkaloid, terpenoid, dan fenol. Pada penelitian ini, batang tanaman pacar air akan diolah menjadi ekstrak menggunakan metode maserasi. Maserat yang didapat akan dilakukan uji lanjutan terhadap bakteri gram positif, yaituÂ Staphylococcus aerusÂ denganÂ menggunakan metodeÂ disc diffusion. Pengujian akan menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif, methanol 70% sebagai kontrol negatif dan menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak batang tanaman pacar air, antara lain 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil rata-rata zona bening yang terbentuk dari masing-masing konsentrasi, yaitu 25% sebesar 8,67 mm, 50% sebesar 12,07 mm, 75% sebesar 13,63 mm dan 100% sebesar 16,43 mm. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatan bahwa ekstrak batang tanaman pacar air memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteriÂ S. aerus.Â Potensi tersebut terdapat pada semua konsentrasi, yaitu 25%. 50%, 75% dan 100%. Rata-rata terbesar zona bening yang terbentuk terdapat pada pemberian ekstrak batang tanaman pacar air dengan konsentrasi 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/465</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.465</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 174-179</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 174-179</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/465/248</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/470</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK IBU DALAM KEBERHASILAN INDUKSI PERSALINAN OKSITOSIN DRIP</dc:title>
	<dc:creator>Yanuarini, Triatmi Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Kristianti, Shinta</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Eka Lita Aprilia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Umur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Paritas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BMI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Induksi Persalinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oksitosin Drip</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang Induksi persalinan merupakan intervensi obstetri yang dilakukan jika persalinan elektif akan bermanfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Keberhasilan induksi tergantung pada kontraksi adekuat yang efektif menyebabkan dilatasi serviks yang progresif.. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu (umur, paritas, BMI) dengan keberhasilan induksi persalinan infus oksitosin. Metode: Desain penelitian yang digunakan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah 146 responden dari 228 populasi yang ada di RS Aura Syifa. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai &amp;lt; (0,022 &amp;lt; 0,05) untuk umur keberhasilan induksi persalinan infus oksitosin. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai &amp;lt; (0,007 &amp;lt; 0,05) untuk paritas dengan keberhasilan induksi infus oksitosin dan hasil pengujian diperoleh nilai &amp;lt; (0,003 &amp;lt; 0,05) untuk IMT dengan keberhasilan induksi persalinan infus oksitosin. Â Simpulan dan Saran ada hubungan karakteristik ibu (umur, paritas, IMT) dengan keberhasilan induksi drip oksitosin. Saran untuk tempat penelitian agar lebih mempertimbangkan pengambilan keputusan induksi persalinan pada pasien yang rentan terhadap kegagalan induksi sehingga kasus kegagalan induksi dapat dikurangi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/470</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.470</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 1-7</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/470/265</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/476</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS ALIH MEDIA BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF  DI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON</dc:title>
	<dc:creator>Nurcahyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Herawati, Tuti</dc:creator>
	<dc:creator>Setiatin, Sali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Rekam medis harus dibuat secara lengkap, jelas dan tertulis atau secara elektronik. Sebelum melakukan pemusnahan dokumen rekam medis akan dilakukan retensi atau penyusustan rekam medis. Tujuan retensi adalah untuk mengurangi jumlah dokumen rekam medis yang semakin bertambah dan menyelamatkan rekam medis yang bernilai guna tinggi serta mengurangi rekam medis yang tidak bernilai guna. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui efektivitas alih media berkas rekam medis inaktif di Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pertamina Cirebon dengan subjek penelitian petugas perekam medis di unit rekam medis Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Hasil penelitian : Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa efektivitas pelaksanaan alih media di Rumah Sakit Pertamina Cirebon belum dilaksanakan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional rumah sakit yaitu pada tahapan kegiatan berkas rekam medis yang sudah di scan disimpan di program Elektonic Medical Record (EMR), berkas rekam medis yang sudah di scan beri tanda dengan tulisan â€œsudah di scanâ€ pada berkas rekam medis inaktif, lalu diikat dan di simpan di gudang penyimpanan berkas rekam medis inaktif serta membuat daftar pertelaan masih belum dilaksanakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/476</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.476</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 180-187</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 180-187</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/476/255</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/478</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINJAUAN SISTEM INFORMASI INDEKS PENYAKIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK III 03.06.01 CIREMAI</dc:title>
	<dc:creator>Puteri Rachim, Sarah Fitriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Nurcahyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Jaelani, Jaelani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Information System</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Disease Index</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inpatient</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Indeks merupakan pembuatan tabulasi sesuai dengan kode yang sudah dibuat dalam kartu indeks. Hasil pengumpulan data dari indeks sebagai bahan untuk penyajian data statistik kesehatan. Tujuan penelitian : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan sistem informasi indeks penyakit rawat inap di Rumah Sakit TK III 03.06.01 Ciremai. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian : Sistem indeks penyakit di Rumah Sakit Ciremai ini menggunakan SIMRS BasePro.Net yang terdiri dari input, process, dan output. Input dalam sistem indeks penyakit terdiri dari formulir resume medis yang berisikan (nomor rekam medis, alamat, tanggal masuk, tanggal keluar, lama dirawat, dokter yang menangani, diagnosa utama, diagnosa sekunder, diagnosa komplikasi, tindakan, cara pulang, dan golongan pasien). Proses indeks penyakit terdiri dari alur pencatatan indeks penyakit rawat inap dimulai dari ruang rawat inap, assembling, koding, indeks penyakit. Output indeks penyakit di rumah sakit digunakan untuk pelaporan Kesehatan Preventif (Kesprev), Kesehatan Kuratif dan Rehabilitatif (Keskureh) dan laporan RL 4b.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/478</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.478</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 188-196</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 188-196</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/478/256</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/478/425</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/500</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS BAGIAN FILING</dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Aprilliya Yuristi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Meira</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan dan kesehatan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">produktivitas kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">filing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kepada tenaga kerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja terhadap bahaya dari akibat kecelakaan kerja. Fungsi penerapan K3 merupakan upaya untuk mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, di tempat kerja. Tujuan Penelitian: Â Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpengaruh atau tidak keselamatan, kesehatan, kerja (K3) terhadap produktivitas kerja perekam medis di bagian filing. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuisioner dengan jumlah sampel 20 responden di unit rekam medis. Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa K3 sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja baik untuk keselamatan dan kesehatan kerja. Dari analisis data menggunakan program SPSS didapat dalam uji regresi linear mendapatkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti keselamatan,Â  kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja (Î± &amp;lt; 0.050). Kesimpulan:Dengan mendapatkan nilai signifikansi 0,000 berarti para petugas sudah melakukan penerapan keselamatan, kesehatan kerja dengan baik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/500</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.500</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 140-146</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 140-146</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/500/426</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/500/244</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/501</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS FAMILY FOLDER TERHADAP MUTU PELAYANAN DI PUSKESMAS CIJAGRA LAMA</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Sukmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Wahab, Syaikhul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelaksanaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berkas family folder</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Sistem family folderÂ merupakanÂ penyimpananÂ satu rekam medis digunakan oleh satu keluarga serta dimasing-masing formulir diberi kode khusus untuk menandai kode rekam medis ayah, ibu dan anak. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dalam sistem penyimpanan rekam medis family folder di Puskesmas Cijagra Lama. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel dalam penelitian ini adalah satu petugas rekam medis yang bertugas di pendaftaran dan penyimpanan. Hasil Penelitian: Di Puskesmas Cijagra Lama dalam pengambilan berkas rekam medis pasien lama tidak menggunakan tracer. Sistem yang berkaitan dengan sistem penyimpanan di Puskesmas Cijagra Lama yakni dengan penomoran unit numbering system serta pengolahan yang digunakan menggunakan sentralisasi. Saran: Hambatan yang ditemui ialah pencarian berkas rekam medis yang cukup lama yang menyebabkan kurangnya mutu pelayanan pada pasien, sedikitnya petugas rekam medis dan keterbatasan ruang penyimpanan, sehingga perlu adanya penambahan jumlah petugas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/501</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.501</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 111-115</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 111-115</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/501/427</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/501/240</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/502</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS EFISIENSI NILAI BED OCCUPANCY RATE (BOR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERIODE TRIWULAN 4 TAHUN 2020</dc:title>
	<dc:creator>Yuniawati, Herlina Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Rohmah, Hera Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Setiatin, Sali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang : Pelayanan kesehatan bermutu terhadap kebutuhan pasien merupakan strategi dalam rangka memenangkan persaingan. Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan dimana salah satu aktivitas yang rutin dilakukan dalam statistik Rumah Sakit adalah menghitung tingkat efisensi hunian tempat tidur. Sensus rawat inap adalah kegiatan pencacahan atau perhitungan pasien rawat inap yang dilakukan setiap hari pada suatu ruang rawat inap, berisi mutasi keluar masuk pasien selama 24 jam. Tujuan Penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensiÂ  nilai Bed Occupancy Rate (BOR) pada masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sample yang digunakan pada penelitian ini adalah data rekapitulasi sensus harian rawat inap pada masing-masing ruangan. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa hasil BOR bulan Oktober sebesar 53,99%, bulan November sebesar 47,41%, bulan Desember sebesar 50,76%. Hasil nilai indikator BOR yang rendah berarti semakin sedikit tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien dibandingkan dengan tempat tidur yang tersedia. Saran : Dengan melihat indikator BOR ini maka perlu adanya suatu sistem yang ideal untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan medis, kepuasan pasien, keselamatan pasien, kesejahteraan petugas sehingga akan berpegaruh terhadap pendapatan bagi pihak fasilitas pelayanan kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/502</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.502</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 116-122</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 116-122</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/502/428</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/502/241</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/504</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS NEOPLASMA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III 03.06.01 CIREMAI CIREBON</dc:title>
	<dc:creator>Nurhasanah, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Nurcahyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketepatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diagnosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">morfologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">topografi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Kegiatan pengkodean merupakan pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf dan atau angka atau kombinasi antara huruf dan angka yang mewakili komponen data. Neoplasma merupakan suatu penyakit terkait dengan perkembangan jaringan abnormal akibat neoplasi, yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh yang abnormal yang tumbuh aktif dengan sistem otonom (tidak terkendali). Tujuan penelitian : Untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis neoplasma pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 Ciremai Cirebon. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis kasus neoplasma pasien rawat inap pada bulan Januari-Maret 2021 dengan jumlah 62 dokumen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian : Berdasarkan penelitian diperoleh dari 62 dokumen rekam medis kasus neoplasma menunjukkan bahwa ketepatan kode morfologi sebesar 0%, ketidaktepatan kode morfologi sebesar 100%. Ketepatan kode topografi sebesar 45 (72,58%), ketidaktepatan kode topografi sebesar 17 (27,42%). Ketidaktepatan penulisan kode dikarenakan petugas coding kurang teliti dan terkadang ada tulisan dokter yang kurang jelas sehingga kesulitan petugas dalam membaca diagnosisnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/504</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.504</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 15-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 15-20</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/504/267</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/504/429</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/510</identifier>
				<datestamp>2022-01-03T23:03:44Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTASI RESERVASI ONLINE DALAM UPAYA MENUNJANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENYEDIAAN REKAM MEDIS DI PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG</dc:title>
	<dc:creator>Muvira, Muhammad Yusuf</dc:creator>
	<dc:creator>Syarifah, Winda Nabila</dc:creator>
	<dc:creator>Sonia, Dina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung telah melayani Reservasi secara online dengan harapan dapat mempercepat pelayanan, meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan standar pelayanan minimal yang berlaku pada penyediaan berkas rekam medis rawat jalan â‰¤10 menit[A1]Â . Tujuan Penelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi reservasi online dalam upaya menunjang standar pelayanan minimal penyediaan rekam medis. Metode Penelitian:Â  Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Peneliti menentukan menggunakan accidental sampling dengan sampel 50 berkas rekam medis. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian: Berdasarkan penelitian menunjukan kecepatan penyediaan dokumen rekam medis pasien lama di pelayanan rawat jalan adalah 9 menit 4 detik, dengan standar deviasi 6,003 dan hasil tersebut memenuhi standar pelayanan minimal pada penyediaan rekam medis yaitu &amp;lt;10 menit. Pada implementasinya reservasi online untuk kontrol pasien rawat jalan secara online yakni menggunakan whatsapp, sms gateway, dan di website resmi www.cicendoeyehospital.org. Saran: indikasi pada organization pasien telah memberikan penilaian kepada reservasi online ini dengan baik karena manfaat dari reservasi online ini yang memudahkan pasien untuk kontrol. Hanya saja terdapat kekurangan pada masyarakat yang belum paham mengenai program reservasi online ini, perlu adanya sosialisasi untuk mendorong masyarakat paham penggunakan program reservasi online dikemudian hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/510</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v8i2.510</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 123-130</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 8, No 2 (2021); 123-130</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/510/430</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/510/242</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/515</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NALISA EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN INDIKATOR DEPARTEMEN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RS BHAYANGKARA SARTIKA ASIH TK II BANDUNG PERIODE TW 1 2021</dc:title>
	<dc:creator>Syaidah, Eka Winda</dc:creator>
	<dc:creator>Wahab, Syaikhul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam mengolah efisiensi rawat inap dibutuhkan unit rekam medis yang mampu menunjang tercapainya tertib adminstrasi. Kriteria atau parameter tertentu di butuhkan untuk menentukan apakah tempat tidur yang tersedia telah berdaya guna dan berhasil. Parameter tersebut salah satunya Â adalah Bed Occupancy Rate (BOR ), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum tingkat efisiensi pendayagunaan tempat tidur berdasarkan indikator departemen kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskiptif populasi dalam penelitian ini adalah data sensus harian rawat inap (SHRI) triwulan I Tahun 2021 Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sensus harian rawat inap (SHRI) semua ruangan triwulan 1 Tahun 2021 instrumen penelitian berupa wawancara dan observasih hasil dari triwulan I 2021 nilai BOR 50,60 % TOI 4 BTOÂ  10.4Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/515</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.515</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 28-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 28-32</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/515/269</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/515/431</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/517</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERHITUNGAN KEBUTUHAN SDMK DENGAN METODE ABK-KES DI KLINIK PRATAMA  GREEN CARE KOTA BANDUNG</dc:title>
	<dc:creator>Hasanah, Fitriana Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Okiyanti, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Sonia, Dina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik, klinik harus memiliki sumber daya manusia kesehatan yang memadai dan berkualitas untuk mendukung efektivitas fungsi klinis. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Klinik Pratama Green Care. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan wawancara, observasi, perhitungan menggunakan stopwatch dan kalkulator untuk mengetahui waktu kerja yang tersedia, standar beban kerja, dan standar tugas penunjang berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK Kes). Penggunaan metode ABK Kes bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Klinik Pratama Green Care. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa HRK di Klinik Pratama Green Care membutuhkan 3 orang bidan sedangkan jumlah bidan yang tersedia hanya 2 orang sehingga perlu ditambah 1 orang dan untuk tenaga non medis rekam medis membutuhkan 1 orang sedangkan yang tersedia tidak, sehingga perlu merekrut tenaga kesehatan baru di bidang rekam medis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/517</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.517</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 33-42</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 33-42</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/517/270</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/517/432</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/526</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGETAHUAN PASIEN GASTRITIS DI PUSKESMAS KARANGKEMBANG TERHADAP PENGGUNAAN ANTASIDA</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Octavia, Devi Ristian</dc:creator>
	<dc:creator>Shohifa Al Ulya, Naily Maulidyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antacids</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gastritis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Antasida merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi keluhan gastritis. Tujuan utama dalam pengobatan gastritis adalah menghilangkan nyeri, menghilangkan inflamasi dan mencegah terjadinya ulkus lambung dan komplikasi. Kurangnya pengetahuan pasien tentang penggunaan antasida dengan baik dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Tujuan: mengetahui gambaran pengetahuan pasien gastritis yang menerima terapi antasida. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode pengambilan data secara propektif yang diperoleh dengan lembar kusioner yang dibagikan kepada pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gastritis di Puskesmas Karangkembang Babat pada bulan Mei tahun 2021. Teknik penentuan sampel dengan cara consecutive sampling. Hasil: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien terhadap indikasi, interaksi, cara penggunaan, lama penggunaan, penyimpanan, efek samping dan aturan pakai antasida masuk dalam kategori kurang. Simpulan: Kurangnya pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, pengalaman, kondisi pasien dll. Pemberian edukasi kepada pasien sangat diperlukan agar pengetahuan pasien menjadi lebih baik sehingga terapi yang diharapkan dapat dicapai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/526</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.526</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 21-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 21-27</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/526/268</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/554</identifier>
				<datestamp>2025-10-08T02:55:31Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN KADAR TANIN TOTAL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN WIJAYA KUSUMA (Epiphyllum oxypetalum (DC.) Haw.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI</dc:title>
	<dc:creator>Yumita, Agustin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakÂ Latar belakang:Â Indonesia memiliki berbagai macam tanaman hias, salah satunya merupakan spesies kaktus. Spesies kaktus yang paling banyak dibudidayakan adalahÂ Epiphyllum oxypetalumÂ (DC.) Haw. atau dikenal dengan nama Wijaya Kusuma. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak etanol daun Wijaya Kusuma dilaporkan mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin dan saponin.Â Â Tujuan:Â Ekstrak etanol 96% daun wijaya kusuma akan ditentukan kadar fenolik total dan kadar tannin total menggunakan metode spektrofotometri.Â Metode:Â Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan asam galat sebagai pembanding. Penentuan kadar tannin total dengan metode Vanilin-HCl dan katekin sebagai pembanding.Â Hasil:Â Hasil penapisan fitokimia dan identifikasi KLT mengandung senyawa fenol dan tannin. Kadar fenolikÂ total ekstrakÂ etanol daunÂ E.Â oxypetalumÂ sebesarÂ 369,7 Â± 57,675mg GAE/g ekstrak, sedangkan kadar tannin totalÂ sebesarÂ 31,56 Â± 1,285Â %b/b EK.Â Simpulan:Â Ekstrak etanol 96% daun Wijaya Kusuma menunjukkan hasil positif mengandung fenolik dan tannin yang ditunjukkan dengan kadar total senyawa tersebut.Kata Kunci : Fenolik, Tanin, Spektrofotometri, Epiphyllum oxypetalumÂ Â Â Â Â Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/554</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v10i2.554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023); 98 - 108</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023); 98 - 108</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/554/321</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/565</identifier>
				<datestamp>2023-06-26T23:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KADAR HEMOGLOBIN, LEUKOSIT DAN TROMBOSIT PENDERITA MALARIA TROPIKA +3 DAN +4 DI RSUD KWAINGGA KABUPATEN KEEROM PAPUA</dc:title>
	<dc:creator>Sinaga, Herlando</dc:creator>
	<dc:creator>Rampa, Ester</dc:creator>
	<dc:creator>Romadhonni, Tika</dc:creator>
	<dc:creator>Taroreh, Jannete Elisabeth</dc:creator>
	<dc:creator>Pare, Yusuf</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tropical Malaria  3 and  4</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hemoglobin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Leukocytes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Platelets</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: Malaria is still a public health problem that can cause death, especially in high-risk groups, namely infants, toddlers and pregnant women. The purpose of this study was to determine the levels of hemoglobin, leukocytes and platelets in patients with tropical malaria +3 and +4. Research Objectives: This study aims to determine the levels of Hemoglobin, Leukocytes and Platelets. Blood tests of patients with tropical malaria are +3 and +4. Research Methods: The type of research that will be used is descriptive research method with a sample of 36 patients. To determine the levels of hemoglobin, leukocytes and platelets, blood examination of patients with tropical malaria +3 and +4 was performed using a microscope and a 5010 photometer. The results obtained from this study were tabulated and analyzed descriptively. Research Results: Based on the research, it was shown that from 21 patients with +3 tropical malaria, 11 (52%), normal hemoglobin levels were found in 10 (52%), low hemoglobin levels in 10 (48%); Normal leukocytes were 15 (71%), low leukocytes were 2 (10%) and high was 4 (19%). As for the normal platelet results as many as 9 (43%) and low as many as 12 (57%). For the results of the study, 15 patients with tropical malaria +4 obtained normal hemoglobin levels of 6 (40%) and low of 9 (60%); 10 normal leukocytes (67%), low leukocytes 3 (20%) and high leukocytes 2 (13%). As for the normal platelet results as many as 4 (27%) and 11 (73%). Conclusion: These results indicate that +3 Tropical malaria patients experienced the most decrease in platelets as much as 57% and +4 Tropical Malaria patients experienced a 60% decrease in hemoglobin and 73% low platelets.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/565</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v10i1.565</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2023); 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 10 No 1 (2023); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/565/303</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/580</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) SEBAGAI KANDIDAT ANTIDIABETES PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR</dc:title>
	<dc:creator>Rollando, Rollando</dc:creator>
	<dc:creator>Afthoni, Muhammad Hilmi</dc:creator>
	<dc:creator>Cesa, Fibe Yulinda</dc:creator>
	<dc:creator>Monica, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Wibawanty, Nurul Azmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Binahong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antidiabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tikus putih</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Penyakit diabetes di Indonesia menduduki peringkat ketiga penyakit kronis terbanyak dengan prevalensi 5,6%. Terapi penyakit diabetes memerlukan waktu yang panjang dan memiliki resiko efek samping yang tinggi. Tanaman bihanong secara empiris digunakan untuk menurunkan kadar gula darah. Daun binahong memiliki metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang secara ilmiah dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pengaruh induksi ekstrak etanol daun binahong terhadap penurunan gula darah tikus putih galur Wistar. Metode: Desain penelitian adalah post test control group desaign yang menggunakan 25 ekor tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok. Dilakukan induksi streptozotocin (STZ) secara intraperitoneal dengan dosis 150 mg/KgBB untuk meningkatkan kadar glukosa pada hewan uji. Kontrol negatif diberikan 0,5% Na-CMC, kontrol positif diberikan glibenklamid, kelompok perlakuan I diberi ekstrak dengan dosis 80 mg/KgBB, kelompok perlakuan II dengan dosis 100 mg/KgBB, dan kelompok perlakuan III dengan dosis 120 mg/KgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah penginduksian STZ dan pemeriksaan dilakukan setiap harinya. Kadar glukosa dalam darah dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa setiap kelompok memiliki perbedaan yang signifikan pada efek terapiÂ  (p â‰¤ 0,05).Â  Simpulan: Konsentrasi yang direkomendasikan untuk memberikan efek penurunan kadar gula darah yaitu pada dosis 80 mg/KgBB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>image/jpeg</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/580</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.580</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 71-78</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 71-78</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/580/273</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/580/437</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/581</identifier>
				<datestamp>2023-06-26T23:17:57Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN SELAMA PANDEMI COVID- 19 PADA MAHASISWA  S1 FARMASI IIK BHAKTI WIYATA</dc:title>
	<dc:creator>widyaningrum, esti ambar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Suplemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO mengumumkan bahwa Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi. Rendahnya imunitas pada manusia dapat mengakibatkan seseorang mudah terinfeksi virus Covid-19. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya melalui protokol kesehatan 5M serta meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu tindakan untuk meningkatkan imunitas yaitu dengan mengonsumsi suplemen kesehatan. Masyarakat dengan pengetahuan yang memadai memiliki kecenderungan dapat memilih serta menggunakan suplemen kesehatan sesuai dengan kondisi dan manfaat bagi tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 pada mahasiwa S1 Farmasi IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan kuesioner online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Farmasi IIK Bhakti Wiyata yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Tingkat pengetahuan responden mayoritas tergolong cukup (58,9%) dan perilaku responden tergolong positif (56,2%). Hasil uji analisis bivariat menunjukkan nilai signifikan 0,000 (p&amp;lt;0,05) sehingga dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen dengan nilai koefisien korelasi 0,395. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 pada mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri dengan tingkat hubungan antar variabel rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/581</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v10i1.581</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2023); 9-24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 10 No 1 (2023); 9-24</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/581/305</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/583</identifier>
				<datestamp>2025-10-08T02:52:37Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DIFFERENCES IN OCCUPATIONAL FACTORS AGAINST  MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN WORKERS WITH DIFFERENT  TYPES OF VENTILATION</dc:title>
	<dc:creator>Zaenuri, Amalia Dwi Putri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: Transport workers are one of the jobs in the informal sector. There is a tendency that the work of transportation workers does not have a good organizational system so that they do not think about occupational safety and health. Based on the results of a preliminary study, transport workers in market X and shop houses in market X complain of musculoskeletal complaints even though the two markets have different types of ventilation. Objective: analyze whether there are differences in occupational factors on musculoskeletal complaints in transport workers with different types of ventilation. Method: This research is a comparative descriptive study with 35 respondents each carrying laborers from the market with natural and artificial ventilation. The statistical test of the difference used was the Man-Whitney test because the data were not normally distributed. Conclusions: The results of Asymp. Sig. The 2-tailed variable for working period for musculoskeletal complaints is 0.617 while for the physical workload variable for musculoskeletal complaints it is 0.793. There is no difference between years of work and physical workload on musculoskeletal complaints in haul workers who work in the market with different types of ventilation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/583</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v11i2.583</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2024); 107-114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 11 No 2 (2024); 107-114</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/583/366</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/583/438</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/586</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANALGESIK INFUSA DAN DEKOKTA DAUN PULUTAN (Urena lobata)</dc:title>
	<dc:creator>Purnomo, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Tilaqza, Andri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analgesic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">decotion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">infusion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Urena lobata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Pulutan (Urena lobata) merupakan tanaman obat yang digunakan secara tradisional untuk pengobatan radang, infeksi dan rematik. Studi in silico menunjukkan potensi anti inflamasi dan analgetik dengan menghambat siklooksigenase-2 (COX-2) tetapi penelitian secara in vivo belum banyak dilaporkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi analgesik infusa dan dekokta daun U.lobata pada tikus. Metode: Desain penelitian ini control group post test design menggunakan tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Simplisia daun U. lobata dilakukan penyarian dengan metode infudasi dan dekoktasi. Dosis infusa dan dekokta U. lobata yang digunakan masing-masing 250, 500 dan 1000 mg/kg BB. Pengujian aktivitas analgesik menggunakan analgesimeter beban geser selama 4 jam. Data dianalisa menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD (p&amp;lt;0.05). Hasil: Pemberian infusa U. lobata 250, 500 dan 1000 mg/kg BB meningkatkan Area Under Curve (AUC) ambang nyeri berturut-turut sekitar 8 %, 10 % dan 12 % dibandingkan kelompok kontrol (p&amp;lt;0.05), sementara bentuk dekokta meningkatkan kurang lebih 1 %, 3 % dan 3 % (p&amp;gt; 0.05). Simpulan: Infusa daun U. lobata memiliki aktifitas analgesik lebih kuat dibandingkan dekokta U.lobata</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>image/jpeg</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/586</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.586</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 8-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 8-14</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/586/266</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/586/439</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/593</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERANCANGAN BASIS DATA SISTEM INFORMASI SHELTER COVID-19</dc:title>
	<dc:creator>Suryandari, Putri Indra</dc:creator>
	<dc:creator>Nurkhalim, Ratna Frenty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Database Design</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19 Information System</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Selama masa isolasi Covid-19 terkadang muncul keluhan baru maupun keluhan yang sudah dialami semakin memberat. Pasien dalam masa isolasi dapat menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan guna memperoleh perawatan lebih lanjut. Keluhan perlu dikumpulkan untuk membantu tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan. Pengembangan database sistem informasi shelter Covid-19 ditujukan agar menjadi tools dalam memasukkan serta mengupdate secara berkala status penderita Covid-19. Tujuan: Mengembangkan database sistem informasi Covid-19 untuk menjadi tools dalam memonitoring kondisi kesehatan pasien isolasi Covid-19. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan desain penelitian action research. Tahapan action research dalam penelitian ini adalah diagnosing action, planning action, taking action, dan evaluating action. Hasil: Analisis dan desain dari struktur database dimulai dari penentuan entitas, proses, dan juga penyimpanan database. Analisis desain dari database digambarkan dengan relasi antar tabel. Hasil implementasi digambarkan dalam bentuk SQL dari qruery yang akan dibuat dan diolah. Analisis pengembangan laporan dilakukan dengan memilih beberapa database yang memiliki nilai padat informasi sehingga dapat dituangkan ke dalam suatu sistem informasi kesehatan yang informatif. Simpulan: Guna menghasilkan suatu sistem informasi yang informatif memerlukan beberapa rancangan seperti data flow diagram, entity relationship diagram, dan SQL yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/593</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 43-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 43-53</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/593/271</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/594</identifier>
				<datestamp>2023-06-26T23:25:43Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALYSIS OF RHODAMINE B IN LIP CREAM USING COLORIMETRIC METHOD BY DIGITAL IMAGING</dc:title>
	<dc:creator>Muna, Jauhar Fatin</dc:creator>
	<dc:creator>Asworo, Riska Yudhistia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rhodamine B</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lip cream</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">colorimetric</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">digital imaging</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: lip cream is one type of lip color often used by women. Beside it, there are still some manufacturers add Rhodamine B to lip color, especially lip cream. This is very dangerous for the health of consumers. Therefore, it is necessary to analysis of Rhodamine B in samples red lip cream. Objective: the purpose of this research to analysis Rhodamin B contained in lip cream using colorimetric method by digital imaging. Method: the method of this research is colorimetric method by digital imaging. This method is a simple, low budget, Â easy, and fast method. Result: the standard curve Zn-thiocyanate-Rhodamine B solution of RGB components, shows the result is green component curve has a good R2 value is 0,9992 with the linear regression equation y = 0,0423x + 0,1335. Accuracy expressed as % recovery, shows good results with an average value of 100,7%. Determination of the precision value also shows good result, the RSD value obatained is 1,96%. So that, the colorimetric method by digital imaging can be used to analysis of Rhodamine B in samples. Conclusions: sample A and B positive Rhodamine B with concentrations of 0,6730 ppm and 0,0488 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/594</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v10i1.594</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2023); 25-34</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 10 No 1 (2023); 25-34</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/594/306</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/596</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KORELASI NEUTROPHIL  LYMPHOCYTE RATIO (NLR), SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) PADA PASIEN COVID-19 SEBAGAI INDIKATOR INFLAMASI ORGAN HATI</dc:title>
	<dc:creator>Hasanah, Fathul Hidayatul</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Fita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NLR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SGOT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SGPT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hati</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Aktivitas enzim hati Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) akan meningkat ketika terjadi infeksi. Tujuan: untuk mengetahui korelasi NLRÂ  terhadap SGOT dan SGPT pada Pasien Covid-19 Sebagai Indikator Inflamasi Organ Hati. Metode: Desain penelitian menggunakan Study cross sectional dan tehnik sampling accidental. Responden berjumlah 38 pasien Covid-19 di rumah sakit Umum Daerah Nganjuk dengan kriteria inklusi pasien Covid-19 tidak memiliki riwayat penyakit liver dan kriteria ekslusi adalah pasien covid 19 dengan penyakit infeksi lain (Tuberculosis, Tipoid, demam dengue) dan penyakit autoimun. Hasil: Diperoleh nilai rata-rata NLR 7,0 &amp;gt;3,13 dengan 74% meningkat,Kadar rata-rata SGPT 58,5 UI dan 61% mengalami peningkatan, sedang rata-rata SGPT 46,7 UI dan 76% berada di rentang normal. Berdasarkan uji perason nilai NLR terhadap SGOT ( sig = 0,629 &amp;gt; 0,05 dan r = 0,081) danÂ  NLR terhadap SGPT (sig = 0,575 &amp;gt;0,05 dan r= 0,094). Simpulan: tidak ada korelasi antara NLR terhadap SGOT dan SGPT pada pasien Covid-19</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/596</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.596</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 54-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 54-61</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/596/272</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/597</identifier>
				<datestamp>2022-08-26T02:20:34Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINJAUAN PROSEDUR KELENGKAPAN PENCATATAN DATA DEMOGRAFI PASIEN BARU  DI RSUD X TRENGGALEK</dc:title>
	<dc:creator>Susilowati, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Nurkhalim, Ratna Frenty</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanah, Latifah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Data</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Demografi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencatatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah Sakit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Bentuk dokumentasi pertama kali dalam rekam medis dimulai dengan pencatatan data demografi pasien baru yang pertama kali datang ke rumah sakit. Isian data demografi mencakup identitas diri yang lengkap serta merupakan penentu upaya pemberian layanan kesehatan. Saat survei ditemukan kekosongan data identitas pasien yang dapat mempengaruhi isi dan kualitas rekam medis, secara keseluruhan bisa mengaburkan identifikasi pasien yang sesuai identitasnya. Tujuan :Penelitian ini adalah untuk meninjau prosedur mengenaiÂ  kelengkapan pencatatan data demografi pasien rawat jalan baru di RSUD X Trenggalek. Metode :Penelitian ini termasuk deskriptif kuantitatif, dengan 96 sampel yang diambil secara accidental sampling, Â variabel penelitiannya kebijakan, standar operasional prosedur dan formulir pendaftaran pasien baru rawat jalan Hasil: Terdapat kebijakan dan standar operasional prosedur yang mengatur tentang pencatatan data demografi pasien, namun pelaksanannya masih ditemukan ketidaklengkapan formulir pendaftaran pasien baru rawat jalan sebesar 31,25%, yang sudah lengkap pengisiannya adalah 68,75%. Saran: perbaikan melakukan sosialisasi untuk pemahaman prosedur yang sudah ditentukan, evaluasi berkala pencatatan dan melengkapi formulir pendaftaran pasien baru rawat jalan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/597</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i1.597</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 62-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 1 (2022); 62-70</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/597/274</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/599</identifier>
				<datestamp>2022-12-31T05:06:28Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI KEBERMANFAATAN APLIKASI SALVE MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)</dc:title>
	<dc:creator>Hidayat, Andra Dwitama</dc:creator>
	<dc:creator>Nurkhalim, Ratna Frenty</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhadi, Nurhadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebermanfaatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">System Usability Scale.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Salve merupakan media penyalur bagi seseorang yang ingin relaksasi, berbincang dengan mahasiswa psikologi (konselor sebaya) atau memiliki masalah kejiwaan yang tidak ingin untuk diketahui oleh orang lain ataupun malu melakukan konsultasi secara langsung kepada psikolog. Tujuan: Prototype aplikasi Salve akan dilakukan pengujian kualitas aplikasi. Metode: Pengukuran kualitas suatu aplikasi dapat dilakukan dengan mengukur nilai usability. Evaluasi atau pengukuran kualitas aplikasi dilakukan dengan menggunakan teknik usability testing yaitu pengujian kebermanfaatan menggunakan metode kuesioner System Usability Scale (SUS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitafif dengan melakukan survei dan mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuesioner terhadap pengguna sistem informasi sebagai responden. Hasil: rata-rata skor SUS untuk prototype aplikasi Salve adalah 70,13. Sehingga dapat dikatakan prototype aplikasi Salve termasuk dalam kategori acceptable. Menurut responden tampilan dan desain prototype aplikasi Salve sudah cukup baik, cukup update dan informatif. Pada skala adjective, prototype aplikasi Salve termasuk dalam kategori Good. Simpulan: Untuk mencapai nilai Excellent prototype aplikasi Salve akan didesain dengan lebih menarik lagi, dilakukan penambahan fitur dan perubahan informasi biaya layanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/599</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i2.599</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 2 (2022); 162-169</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 2 (2022); 162-169</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/599/291</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/600</identifier>
				<datestamp>2025-10-08T02:55:01Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Survey Karakteristik Demografi Petugas Rekam Medis di Puskesmas Wilayah Kota Mataram</dc:title>
	<dc:creator>Ikhtiar, Rian Wahyul</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanah, Uswatun</dc:creator>
	<dc:creator>Ikhwan, Ikhwan</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Rizal Pratama Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Susilo, Beny Binarto Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Halid, Musparlin</dc:creator>
	<dc:creator>Permana, Yan Reiza</dc:creator>
	<dc:creator>Gazali, Muhammad Munawir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Characteristics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Medical Records Officer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Characteristics of Medical Record officers consist of religion, age, gender, years of service, education, training, and employment status. This research was conducted at the Public Health Center in the City of Mataram. The purpose of this study was to determine the characteristics of medical record officers at the public health center in the city of Mataram. The design of this research is descriptive. The sample in this study were all medical record officers at the Mataram City of Health Center, totaling 39 medical record officers. The results showed that the medical record officers at the Mataram City of Health Center were mostly Muslim (100.0%), the sex of the officers was female as many as 22 people (56.4%), and the service period of the officers was less than 5 years (48,7%), Officer education is Diploma III of Medical Record and Health Information (MRHI) as many as 12 people (30.8%), training officers who have never attended training as many as 28 people (71.8%), while the staffing status of non-civil servant officers is 23 people (59, 0%). The conclusion is there needs to be an increase in the number and quality of medical record personnel in health centers with a Diploma III MRHI background</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/600</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v11i1.600</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2024); 1 - 12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 11 No 1 (2024); 1 - 12</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/600/342</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/603</identifier>
				<datestamp>2022-12-31T05:06:28Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PROFIL LIPID SEBAGAI PREDIKTOR KEPARAHAN STENOSIS CORONARY ARTERY DISEASE YANG DINILAI MENGGUNAKAN GENSINI SCORE</dc:title>
	<dc:creator>Abduh, Muhammad Saugi</dc:creator>
	<dc:creator>Triono, Muhammad Rizki</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Coronary Artery Disease</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gensini score</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Profil Lipid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:Peningkatan kadar kolesterol mempengaruhi penyempitan dan arteriosklerosis pembuluh darah jantung, dan berperan dalam keparahan penyakit Coronary Artery Disease (CAD). Belum ada penelitian yang melaporkan hubungan profil lipid dengan keparahan stenosis pada CAD yang dinilai dengan Gensini score pada populasi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Tujuan: Menganalisis profil lipid sebagai prediktor keparahan Stenosis pada CAD yang dinilai dengan Gensini Score pada populasi CAD di Jawa Tengah, Indonesia. Metode: Pendekatan cross sectional dilakukan pada data sekunder pasien CAD di RSI Sultan Agung Semarang tahun 2016â€“2021. Faktor risiko CAD lainnya yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, DM, hipertensi, dan status merokok. Derajat stenosis dikelompokkan dengan skor gensini menjadi stenosis berat jika penyempitan pembuluh darah &amp;gt;40% dan ringan-sedang jika Â£40%. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square.Hasil:Kadar LDL berhubungan secara signifikan dengan keparahan stenosis berdasarkan gensini score (p = 0,003). Pada analisis multivariat Status Merokok merupakan faktor risiko paling dominan terhadap keparahan stenosis CAD (p=0.001). Simpulan:Profil lipid LDL menjadi prediktor yang paling dominan berhubungan dengan keparahan dari Coronary Artery Disease yang dinilai dengan Gensini score dibandingkan profil lipid lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/603</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v9i2.603</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 2 (2022); 79-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 9, No 2 (2022); 79-87</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/603/283</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ojs.iik.ac.id:article/609</identifier>
				<datestamp>2023-06-26T23:30:10Z</datestamp>
				<setSpec>wiyata:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANTIHYPERGLYCHEMIC ACTIVITY TEST OF EXTRACT, METHANOL FRACTION AND N-HEKSAN FRACTION OF KETAPANG LEAF (Terminalia catappa) IN ALLOXAN-INDUCED WHITE RATS</dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Rachma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketapang leaf</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Extract</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antihyperglychemic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: Ketapang leaf (Terminalia catappa) can be used as a traditional medicine that has the potential activity to reduce blood glucose levels in the body. Objective: To determine the activity of extracts and fractions of ketapang leaves in reducing blood glucose levels of rats induced by alloxan. Methods: This study was an experimental study using 30 male wistar rats as test animals divided into 6 groups. Group I was healthy control, group II was negative control (K-) that given 0.5% Na CMC solution, group III was positive control (k+) that given metformin suspension, groups IV, V, and VI were given ketapang leaf extract, methanol fraction and n-hexane fraction, respectively. Results: The ethanol extract and methanol fraction of ketapang leaves can reduce blood glucose levels in white rats because they contain flavonoid compounds which are thought to have antihyperglycemic activity. Conclusions: The methanol fraction of ketapang leaves (Terminalia catappa) was most effective in reducing blood glucose levels in alloxan-induced white rats.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/609</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56710/wiyata.v10i1.609</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2023); 35-45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan; Vol 10 No 1 (2023); 35-45</dc:source>
	<dc:source>2442-6555</dc:source>
	<dc:source>2355-6498</dc:source>
	<dc:source>10.56710/wiyata.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/609/307</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-18T10:55:41Z"
			completeListSize="171"
			cursor="0">ebfa49a32e1ca904e1c212a325dcf40a</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
