Abstract
Latar Belakang: Eksplorasi bahan alam sebagai antibakteri terus berkembang, salah satunya menggunakan Daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berperan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: mengevaluasi daya hambat infusa daun sukun dalam berbagai kadar konsentrasi (50%, 70%, dan 100%) terhadap patogen tersebut. Metode: Melalui desain eksperimen post-test only control group, penelitian dilaksanakan pada dua lokasi, yakni Laboratorium Fitokimia Poltekkes Kemenkes Jayapura dan Mikrobiologi UNCEN pada bulan April–Mei 2024. Hasil: Skrining fitokimia pada infusa berbahan pelarut aquadest ini mengonfirmasi keberadaan saponin, tanin, dan flavonoid. Pengujian mikrobiologi dengan teknik difusi cakram (kontrol positif Siprofloksasin) dengan hasil zona hambat rata-rata sebesar 8,246 mm hingga 11,302 mm. Simpulan: Konsentrasi 100% menunjukkan efikasi paling tinggi yang masuk dalam klasifikasi kuat, sehingga infusa daun sukun dinyatakan efektif menekan pertumbuhan S. aureus.References
Adinugraha, H. A., & Setiadi, D. (2018). Pengembangan klon sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg.) unggulan mendukung ketahanan pangan. Jurnal Biologi Tropika, 21–29.
Atmojo, B. (2016). Mikrobiologi dasar dan klinik. Universitas Indonesia Press.
Aviany, H. B., & Pujiyanto, S. (2020). Analisis efektivitas probiotik di dalam produk kecantikan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermis. Berkala Bioteknologi, 25–30.
Azwanida, N. N. (2015). A review on the extraction methods used in medicinal plants. International Journal of Basic & Clinical Pharmacology, 4(6), 1231–1237. https://doi.org/10.4103/2229-4708.162073
Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, S. K. (2016). Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: A review. Journal of Infection and Public Health, 9(2), 71–79. https://doi.org/10.1016/j.jiph.2015.11.005
Cushnie, T. P. T., Cushnie, B., & Lamb, A. J. (2021). Alkaloids: An overview of their antibacterial, antibiotic-enhancing and antivirulence activities. Frontiers in Microbiology, 12, 673182. https://doi.org/10.3389/fmicb.2021.673182
Clinical and Laboratory Standards Institute. (2023). Performance standards for antimicrobial susceptibility testing (33rd ed.). CLSI.
Daglia, M. (2012). Polyphenols as antimicrobial agents. Frontiers in Microbiology, 3, 129. https://doi.org/10.3389/fmicb.2012.00129
David, H. L., & Stout, T. R. (1971). Classification of zone of inhibition (ZOI).
Dima, D., et al. (2016). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pharmaciana, 7(2), 142–149. https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.12273
Emelda. (2019). Farmakognosi untuk mahasiswa kompetensi keahlian farmasi. Pustaka Baru Press.
Fiana, F. M., Kiromah, N. Z., & Purwanti, E. (2020). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pharmacon, 10–11.
Hidayat, S., Khotimah, S., & Armyanti, I. (2015). Uji aktivitas antibakteri infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro (Skripsi). Universitas Tanjungpura.
Hudzicki, J. (2009). Kirby-Bauer disk diffusion susceptibility test protocol. American Society for Microbiology.
Jones, W. P., & Kinghorn, A. D. (2006). Extraction of plant secondary metabolites. In S. D. Sarker, Z. Latif, & A. I. Gray (Eds.), Natural products isolation (2nd ed., pp. 341–342). Humana Press. https://doi.org/10.1007/978-1-59259-955-9_10
Katili, Y. I., Wewengkang, D., & Rotinsulu, H. (2020). Uji aktivitas antimikroba dari jamur laut yang berasosiasi dengan organisme laut karang lunak Lobophytum sp. e-Journal Unsrat, 3(1), 43–51. https://doi.org/10.35799/pha.9.2020.27416
Kusmiyati, N., et al. (2024). Fungi endofit daun Artocarpus altilis sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Teknologi Pertanian. https://doi.org/10.21776/ub.jtp.2024.025.01.4
Lake, W. K., Hamid, I. S., Saputro, A. L., Plumeriastuti, H., Yustinasari, L. R., & Yunita, M. N. (2019). Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak n-heksana dan kloroform daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Jurnal Medik Veteriner, 60–65. https://doi.org/10.20473/jmv.vol2.iss1.2019.60-65
Lakhundi, S., & Zhang, K. (2018). Methicillin-resistant Staphylococcus aureus: Molecular characterization and epidemiology. Antibiotics, 7(3), 78. https://doi.org/10.3390/antibiotics7030078
Murray, C. J. L., et al. (2022). Global burden of bacterial antimicrobial resistance. The Lancet, 399(10325), 629–655. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)02724-0
Nurhayati, S. (2007). Pengaruh ketuaan dan konsentrasi dekok daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap diameter zona hambat Salmonella typhi secara in vitro (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Muhammadiyah Malang.
Purnamasari, D., Vifta, R. L., & Susilo, J. (2018). Uji daya hambat ekstrak etanol kulit buah terong ungu (Solanum melongena L.). Inovasi Teknik, 53–58. https://doi.org/10.31942/inteka.v3i1.2126
Ragone, D., et al. (2020). Breadfruit (Artocarpus altilis): A traditional crop with modern food and medicinal uses. Plants, 9(9), 1234. https://doi.org/10.3390/plants9091234
Rumouw, D. (2017). Identifikasi dan analisis kandungan fitokimia tumbuhan berkhasiat obat di kawasan hutan lindung Sahedaruman. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 4.
Safitri, B., Hariani, P. L., & Kusumawati, H. Y. (2024). Green synthesis nanomagnetic menggunakan ekstrak daun sukun dan uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Analit: Analytical and Environmental Chemistry. https://doi.org/10.23960/analit.v9i01.177
Zein, M. Z. (2016). Formulasi sediaan salep ekstrak etanol daun kirinyuh (Eupatorium odoratum L.) sebagai penyembuh luka terbuka pada kelinci (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan
