Abstract
Latar Belakang: Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2019-2021, diperoleh lima masalah kesehatan penyakit infeksi dan menular yang masih butuh perhatian dan penanganan khusus. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menentukan apa yang menjadi prioritas masalah dan pemecahan masalah tersebut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, membuat prioritas masalah berdasarkan analisis data, melakukan analisis untuk menemukan akar penyebab suatu masalah, menentukan alternatif pemecahan masalah, dan merumuskan rekomendasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Metode: Analisis Deskriptif pada data sekunder dan brainstorming untuk identifkasi masalah, Metode USG untuk menentukan prioritas masalah, Metode Pendekatan Sistem (Input – Proses – Output) untuk menentukan akar penyebab masalah, Metode Hanlon untuk menentukan prioritas penyebab masalah, dan Metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah. Sasaran pada kegiatan ini adalah tiap pengelola program Bidang P2P Dinas Kesehatan dan tujuh pengelola surveilans dari Puskesmas terpilih. Hasil : Dari analisis menggunakan metode USG, disimpulkan bahwa prioritas masalah di Kesehatan Kabupaten Blitar adalah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) difteri. Pada analisis penyebab masalah menggunakan metode pendekatan sistem diperoleh sembilan penyebab masalah dan hasil skoring dengan menggunakan metode Hanlon disimpulkan bahwa tenaga surveilans di faskes belum semua mendapatkan pelatihan PD3I bersertifikat. Hasil analisis dengan metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah menghasilkan pelatihan tenaga kesehatan jaringan dan jejaring sampai tingkat bawah terkait skrining awal difteri. Kesimpulan dan Saran : Difteri menjadi prioritas masalah karena dari tahun 2019 – 2022 masih ada kasus suspek difteri yang dilaporkan dan Puskesmas Srengat adalah wilayah dengan laporan suspek difteri terbanyak. Perlu dilakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan di jaringan dan jejaring terkait skrining awal difteri dan koordinasi di semua fasilitas kesehatan dalam upaya penemuan kasus suspek difteri.References
Buletin Surveilans PD3I & Imunisasi edisi 2. Juli 2020; https://www.who.int/
Centers for Disease Control and Prevention. Diphteriae Vaccination, September 9, 2022; https://www cdc.gov/
Clarke KEN, MacNeil A, Hadler S, Scott C, Tiwari TSP, Cherian T. Global Epidemiology of Diphtheria, 2000-20171. Emerg Infect Dis. 2019 Oct;25(10):1834-1842. [PMC free article] [PubMed]; https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6759252/
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kemenkes RI. Imunisasi Efektif Cegah Difteri, 26 Desember 2017; http://p2p.kemkes.go.id/
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. 2020. Profil Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2019; https://dinkes.blitarkab.go.id/
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. 2021. Profil Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2020; https://dinkes.blitarkab.go.id/
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. 2022. Profil Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2021; https://dinkes.blitarkab.go.id/
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2020. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019; https://dinkes.jatimprov.go.id/
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2022. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2021; https://dinkes.jatimprov.go.id/
Dinas Kesehatan Kota Depok. Dinkes Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Difteri. https://dinkes.depok.go.id/
Hasanbasri, Mubasysyir, 2007. Pendekatan Sistem dalam Perencanaan Program Daerah. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, UGM, Yogyakarta; https://jurnal.ugm.ac.id/
Irawan Hendri, Irawan, Christian Joko. 2021. Penerapan Metode Hanlon Dalam Memprioritaskan Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Studi Kasus: Badan Pengawas XYZ. Indonesia Journal Information System (IDEALIS) Vol. 4 No.1 Tahun 2021; https://jom.fti.budiluhur.ac.id/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Pedoman Surveilans dan Penanggulangan Difteri. Jakarta. 2018; https://dinkes.jatimprov.go.id/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Difteri Akan Dapat Diatasi, Desember 2017; https://www.kemkes.go.id/
Nisak Choirun, Ariyanto Yunus. Baroya Ni’mal. 2014. Gambaran Karakteristik Individu dan Lingkungan Fisik Rumah Penderita Difteri dan Kontak Erat di Kabupaten Jember. Jurnal Universitas Jember; https://repository.unej.ac.id/
Suryadi Rahman Firman, Hargono Arief, Susilastuti Fransisca. 2016. Penyelidikan Epidemiologi KLB Difteri di Kecamatan Geneng dan Karang Jati Kabupaten Ngawi Tahun 2015. Jurnal Wiyata, Vol. 3 No.2 Tahun 2016; https://ojs.iik.ac.id/
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Â
ISSN Print:Â 2355-6498
ISSN Online:Â 2442-6555
Printed by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri

