STUDI PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI LABORATORIUM TEKNIK GIGI
PDF Artikel

Keywords

hazardous and toxic waste
dental technology laboratory
occupational health
occupational safety
waste management

Abstract

Latar belakang: Fasilitas kesehatan seperti laboratorium teknik gigi berpotensi menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dapat mengancam keselamatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, tingkat kesadaran, serta pengelolaan limbah B3 di Laboratorium Teknik Gigi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan observasi langsung dan wawancara terhadap mahasiswa, laboran, serta petugas kebersihan untuk menilai pengetahuan, perilaku, dan praktik pengelolaan limbah B3. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil: Ditemukan limbah di laboratorium teknik gigi berupa akrilik,gip monomer, lilin, polimer. Masing-masing limbah telah dilakukan pewadahan sesuai dengan PermenLH Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata cara dan persyaratan teknis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dari fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu limbah infeksius, namun belum ada label. Simpulan: Pengelolaan limbah yang secara karakteristik tergolong limbah kimia, seperti akrilik, monomer, dan polimer , belum memiliki label. Perlu diterapkan sistem pelabelan yang baku, informatif, dan konsisten pada setiap wadah limbah di laboratorium teknik gigi.
https://doi.org/10.56710/wiyata.v13i1.1093
PDF Artikel

References

Achjar, K. A. H. et al. (2023) Metode penelitian kualitatif: Panduan praktis untuk analisis data kualitatif dan studi kasus. 1st edn. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Alabi, O. A. et al. (2019) ‘Public and environmental health effects of plastic wastes disposal: a review’, J Toxicol Risk Assess, 5(021), pp. 1–13.

Amanu, A. A. et al. (2024) ‘Pengaruh limbah mikroplastik terhadap organisme dan upaya penanganannya’, Manufaktur: Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri. Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia, 2(2), pp. 12–24.

Ananda, D. C. (2022) ‘Gambaran Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun 2022’. Poltekkes Tanjungkarang.

Antoninda, D. B. and Putra, A. D. H. (2025) Manajemen Risiko K3 dan Pengelolaan Limbah B3. 1st edn. Yogyakarta: Deepublish.

Azhari, A. N. (2023) ‘Identifikasi Keberadaan Mikroplastik pada Air PDAM Kota Makassar Tahun 2022= Identification of the Existence of Microplastic in PDAM Water Makassar City 2022’. Universitas Hasanuddin.

Basuki, R. et al. (2025) ‘Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja: Paparan, Risiko, dan Strategi Mitigasi’. PT Mafy Media Literasi Indonesia.

Chairunnisa, I. (2022) ‘Gambaran Penanganan Limbah Padat Pada Laboratorium Jurusan Teknik Gigi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang’. Poltekkes Tanjungkarang.

Derudi, M. et al. (2014) ‘Emission of air pollutants from burning candles with different composition in indoor environments’, Environmental Science and Pollution Research. Springer, 21(6), pp. 4320–4330.

Dwifulqi, H., Evelyna, A. and Ruth, I. (2025) Buku Ajar Keterampilan Prosedural Material Kedokteran Gigi. 1st edn. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Fatmawati, F., Firmansyah, D. and Nasution, H. S. (2026) Pengelolaan Limbah Laboratorium. 1st edn. Purbalingga: CV Eureka Media Aksara.

Hasan, H. et al. (2025) Metode penelitian kualitatif. 1st edn. Sumatra: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Ilham, R. M. (2021) ‘Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Laboratorium Di Laboratorium Terpadu Poltekkes Tanjungkarang Tahun 2021’. Poltekkes Tanjungkarang.

Khanna, R. et al. (2023) ‘An overview of dental solid waste management and associated environmental impacts: A materials perspective’, Sustainability. MDPI, 15(22), p. 15953.

Maharani, N. (2022) ‘Dampak paparan debu akrilik yang dapat ditimbulkan terhadap masalah kesehatan pada teknisi gigi di laboratorium teknik gigi (Studi pustaka)’. Poltekkes Tanjungkarang.

Nandito, M. A. (2018) ‘Identifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Padat Klinik Gigi di Kota Yogyakarta’. Universitas Islam Indonesia.

Oumaima, T. et al. (2023) ‘Asepsis Between The Dental Office And Laboratory : A Tunisian Cross-Sectional Study’, 4, pp. 76–82. doi: 10.36082/jdht.v4i1.1002.

Permen LHK No 56 Tahun 2015 (2016) Peraturan Menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor 56 tahun 2015 tentang tatacara dan persyaratan teknis pengelolaan limabh bahan berbahaya dan beracun dari fasilitas pelayanan kesehatan, P.56/Menlhk-Setjen/2015. Jakarta. Available at: https://peraturan.go.id/common/dokumen/bn/2016/bn598-2016.pdf.

Putri, C. A. P. (2023) ‘Gambaran Persentase Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Flexy Di Laboratorium Jurusan Teknik Gigi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Tahun 2023’. Poltekkes KemenkesTanjungkarang.

Saputra, A. R. R. (2022) ‘Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Rumah Sakit’. STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo Surabaya.

Sugiyono, P. D. (2019) ‘Metode penelitian kuantitatif kualitatif’, Bandung: Alfabeta.

Ulayya, A. (2022) ‘Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terkait Pengelolaan Limbah Infeksius Covid-19 Di Kota Pekanbaru’. Universitas Lancang Kuning.

Windfeld, E. S. and Brooks, M. S.-L. (2015) ‘Medical waste management–A review’, Journal of environmental management. Elsevier, 163, pp. 98–108.

Wulandandari, S. A. et al. (2025) ‘Potensi Hazard Di Laboratorium Gigi Pada Pembuatan Peranti Ortodonti Lepas Dan Rekomendasi Pengendaliannya’, Dentin, 9(3).

Yuliani, A. P. (2023) ‘Prosedur Pembuatan Fixed Fixed Bridge Porcelain Fused To Metal Pada Gigi 25 26 27 Dengan Antagonis Edentolus Ridge’. Universitas Airlangga.

Yurnalisdel, Y. (2023) ‘Analisis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Indonesia’, Jurnal Syntax Admiration, 4(2), pp. 201–208.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.