GAMBARAN HASIL PEWARNAAN DIFF QUICK PADA SEDIAAN EFUSI PLEURA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR
PDF

Keywords

Efusi pleura
Diff Quick
Papanicolau
sitologi
pewarnaan

Abstract

Efusi pleura merupakan kondisi patologis berupa akumulasi cairan di rongga pleura yang dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk infeksi, keganasan, dan penyakit sistemik. Di negara-negara maju, prevalensi efusi pleura tercatat sekitar 320 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, data nasional mengenai prevalensi efusi pleura belum dipublikasikan secara resmi. Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, terdapat 109 pasien efusi pleura sepanjang tahun 2024. Diagnosis sitologi cairan efusi pleura sangat bergantung pada teknik pewarnaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pewarnaan Diff Quick dan Papanicolau pada sediaan efusi pleura di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diperoleh dari pasien efusi pleura yang menjalani pemeriksaan sitologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada bulan Maret 2025. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan kualitas pewarnaan diff Quick baik dalam memberikan warna pada sediaan efusi pleura.
https://doi.org/10.56710/wiyata.v12i2.1078
PDF

References

Budi, S., & Yulita, M. (2024). Profil sitologi efusi pleura maligna di RSUD Dr. Soedono Madiun periode tahun 2021–2023. [Nama Jurnal], 1(3), 377–382.

Dani, A. S. R., Sari, I., Bastian, & Trianes, J. (2022). Analisa hasil pewarnaan Papanicolaou dengan fiksasi alkohol 96% selama 15 menit dan 30 menit. Rakernas VII, 160–170.

Dila, T. R., Raharjo, E. N., & Rukmana, D. I. (2023). Perbandingan pewarnaan Giemsa, Diff-Quick dan Papanicolaou preparat efusi pleura di RSUD A.W. Sjahranie. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 4252–4258. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/18768/14135

Hartati, S., Darsana, L., & Cahyono, O. (2014). Studi karakterisasi anggrek secara sitologi dalam rangka pelestarian plasma nutfah. [Nama Jurnal], XXIX(1), 1–2.

Hildawati, Suhirman, L., Prisuna, B. F., Husnita, L., Mardikawati, B., Isnaini, S., Wakhyudin, Setiawan, H., Hadiyat, Y., M., A., Sroyer, & Saktisyahputra. (2024). Buku ajar metodologi penelitian kuantitatif & aplikasi pengolahan analisa (Efitra, Ed.; Cetakan pertama). PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Hutagalung, N., Susilawati, S., & Inggarsih, R. (2022). Hubungan karakteristik klinis dan etiologi pada pasien efusi pleura di RSUP Dr. Mohammad Hoesin tahun 2019. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 9(3), 245–252. https://doi.org/10.32539/jkk.v9i3.17558

Khristian, E., & Inderiati, D. (2017). Bahan ajar Teknologi Laboratorium Medis (TLM): Sitohistoteknologi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Kosasih, A., Sutanto, Y. S., & Susanto, A. D. (2019). Panduan umum praktikum klinis penyakit paru dan pernapasan. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.

Lukas, H. (2016). Perbandingan hasil pemeriksaan morfologi spermatozoa manusia menggunakan metode pewarnaan Papanicolaou, Diff-Quik dan Safranin-Kristal Violet di RSUD Dr. Soetomo Surabaya (Tesis, Universitas Airlangga).

Musyarifah, Z., & Agus, S. (2018). Proses fiksasi pada pemeriksaan histopatologik. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 443. https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.900

Mutoharoh, L., Santoso, S. D., & Mandasari, A. A. (2020). Alternatif pewarna alami sediaan sitologi pengganti eosin. Jurnal SainHealth, 4(2), 21–26.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed By :

Plagiarism screening will be conducted by Jurnal Obsesi Editorial Board using Grammarly® Plagiarism Checker plagiarism screening service powered.