PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN HEMOGLOBIN METER DAN HEMATOLOGY ANALYZER PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KRAMAT JATI
PDF Artikel

Keywords

Hemoglobin
Hemoglobin Meter
Hematology Analyzer
Ibu Hamil

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil termasuk dalam salah satu kelompok rentan terhadap masalah gizi, terutama yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yang mengakibatkan anemia. Anemia pada kehamilan dapat menimbulkan resiko bagi ibu hamil atau janin, sehingga diperlukannya pemeriksaan hemoglobin selama masa kehamilan. Pemeriksaan hemoglobin umumnya menggunakan alat hematology analyzer, tetapi pada fasilitas kesehatan tingkat primer menggunakan alat hemoglobin meter. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan hemoglobin menggunakan hemoglobin meter dan hematology analyzer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, di mana pengukuran variabel dilakukan pada satu waktu. Data yang digunakan adalah data primer. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan hemoglobin meter (point-of-care testing/POCT) serta hematology analyzer sebagai metode standar laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon karena data bersifat berpasangan dan tidak berdistribusi normal.. Hasil: penelitian menunjukan hasil rata-rata hemoglobin meter lebih rendah yaitu 11,57 g/dL daripada hematology analyzer 11,96 g/dL. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp Sig 0,000, nilai ini menunjukan < 0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap alat hemoglobin meter dan hematology analyzer pada ibu hamil di Puskesmas Kramat Jati. Hal ini disebabkan oleh perbedaan prinsip kerja alat. Hemoglobin meter berbasis POCT lebih praktis, namun memiliki akurasi yang lebih rendah dibandingkan hematology analyzer yang menggunakan metode otomatis dan terstandarisasi. Selain itu, faktor pre-analitik, seperti teknik pengambilan sampel, juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan
https://doi.org/10.56710/wiyata.v13i1.1058
PDF Artikel

References

Adrian, V. et al. (2022). Profile Kesehatan DKI Jakarta Tahun 2022, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, 01, pp. 45-54. Available at: https://dinkes.jakarta.go.id/berita/profil/profil-kesehatan.

Arini, F.Y. et al. (2023). Uji Komparasi Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Menggunakan Hematology Analyzer dan Hemoglobin Meter pada Pasien Kadar Normal dan Abnormal Rendah, Jurnal Penelitian Kesehatan" Suara Forikes"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 14(1), pp. 235-238. Available at: https://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/sf14150/14150.

Khaskheli, M.N. et al. (2016). Iron deficiency anaemia is still a major killer of pregnant women, Pakistan Journal of Medical Sciences, 32(3), pp. 630-634. Available at: https://doi.org/10.12669/pjms.323.9557.

Nurherliyany, M. et al. (2023). Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium Pada Ibu Hamil, Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), pp. 1-7. Available at: https://doi.org/10.52221/daipkm.v1i1.233.

Puspitasari, P. et al. (2020). Perbedaan Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Antara Metode Point of Care Testing Dengan Metode Sianmethemoglobin Pada Ibu Hamil, Jurnal Analis Kesehatan, 9(1), p. 24. Available at: https://doi.org/10.26630/jak.v9i1.2113.

Wulandari, R. (2021) Perbandingan Hasil Pemeriksaan kadar Hemoglobin Menggunakan Alat Hematology Analyer dan Portable Of Care pada Ibu Hamil di Puskesmas Citeurep, Industry and Higher Education. Available at: https://repository.binawan.ac.id/.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.