Abstrak
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama yang penting bagi pertumbuhan dan pekembangan bayi. Namun, tidak semua ibu nifas mampu meproduksi ASI dengan lancar. Berbagai faktor seperti stres, kurangnya stimulasi hormon oksitosin dan tidak optimalnya perawatan payudara dapat mempengaruhi kelancaran produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan payudara dan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test control group. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 15 responden). Data dikumpulkan menggunakan kusioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon persentase ibu nifas dengan ASI lancar meningkat dari 20% menjadi 86,7%. Nilai Z-hitung = -3,420 dengan p = 0,001 < 0,05. Sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan peningkatan kelancaran ASI dari 13,3% menjadi 40%. Nilai Z- hitung = -3,475, dengan p = 0,001, juga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa mean rank kelompok intervensi adalah 21.43, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol sebesar 9.57. Nilai p = 0.000 < 0.05 dan Z-hitung = -3.761 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan perawatan payudara dan pijat oksitosin secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kelancaran produksi ASI dibandingkan tanpa perlakuan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari perawatan payudara dan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan dalam praktik kebidanan sebagai upaya peningkatan keberhasilan menyusui.