Abstract
Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya representasi visual santri tahfidz sebagai penjaga Al-Qur’an dalam momentum sakral seperti wisuda akbar. Sering kali, fokus pada capaian hafalan tidak dibarengi pemahaman etika berpenampilan yang mencerminkan nilai muru’ah dan jamāl, sehingga berpotensi mengurangi kewibawaan santri serta citra pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan santri dalam berpenampilan rapi, syar'i, dan estetis, sekaligus menyusun standar panduan berbusana bagi institusi. Program dilaksanakan pada 31 Januari hingga 31 juni 2026 di Pondok Pesantren Hidayatul Qurro, Pikatan, Kabupaten Blitar. Metode pelaksanaan melibatkan tiga tahapan terintegrasi, yaitu sosialisasi teoretis adab berpakaian berdasarkan literatur akhlak klasik, workshop praktis simulasi padu padan busana syar’i dan teknik penggunaan atribut wisuda secara rapi, serta penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) berbusana. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan pada 90% santri mengenai standar kesopanan dan estetika busana. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran bahwa kerapian berpenampilan merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap kemuliaan Al-Qur’an. Selain itu, dokumen SOP yang dihasilkan menjadi aset manajerial penting bagi Pondok Pesantren Hidayatul Qurro dalam menjaga standarisasi citra santri pada setiap prosesi wisuda di masa mendatang.